Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Indonesia Fokus Pengalaman Wisata, Bidik 1,1 Miliar Perjalanan Lokal di 2026

Hanif PP • Sabtu, 3 Januari 2026 | 10:34 WIB

 

SAMBUT: Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyambut wisatawan mancanegara pertama 2026 di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (1/1).
SAMBUT: Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyambut wisatawan mancanegara pertama 2026 di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (1/1).

PONTIANAK POST - Pariwisata Indonesia 2026 diarahkan tidak lagi sekadar mengejar lonjakan angka kunjungan, tetapi membangun pengalaman wisata yang berkualitas, aman, dan berkelanjutan sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang.

 

Target pariwisata Indonesia pada 2026 dipatok tinggi. Pemerintah membidik kunjungan 16–17 juta wisatawan mancanegara dan 1,1 miliar perjalanan wisatawan nusantara. Namun, Kementerian Pariwisata menegaskan, tahun ini bukan sekadar soal mengejar angka, melainkan mengubah wajah pariwisata ke arah kualitas dan keberlanjutan.

Optimisme itu ditandai dengan penyambutan wisatawan mancanegara pertama tahun 2026 di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (1/1) dini hari. Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa bersama Wakil Direktur Utama InJourney Airports Achmad Syahir menyambut langsung penumpang maskapai All Nippon Airways (ANA) penerbangan NH835 dari Narita, Jepang, yang mendarat pukul 00.15 WIB.

Satu per satu penumpang disambut dengan bingkisan dan pertunjukan tari tradisional sebagai simbol dimulainya tahun pariwisata baru. “Ini adalah tradisi tahunan. Kami berharap penyambutan ini membawa optimisme bahwa pada 2026 pergerakan pariwisata akan semakin positif, baik wisatawan mancanegara maupun nusantara,” ujar Ni Luh Puspa.

Kinerja pariwisata sepanjang 2025 menjadi landasan optimisme tersebut. Hingga Oktober 2025, kunjungan wisatawan mancanegara tercatat lebih dari 12 juta, sementara pergerakan wisatawan nusantara menembus 900 juta perjalanan.

Angka ini tumbuh di atas 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. “Ini menunjukkan kepercayaan dunia dan masyarakat terhadap destinasi Indonesia semakin pulih dan semakin kuat. Kondisi ini harus kita jaga bersama,” kata Ni Luh Puspa.

Namun, ia menegaskan, lonjakan angka tidak akan bermakna tanpa pengalaman wisata yang aman dan berkualitas. Karena itu, Kemenpar menggeser fokus kebijakan dari kuantitas ke experience-based tourism. “Kita tidak hanya berbicara tentang jumlah wisatawan, tetapi juga tentang pengalaman yang mereka rasakan,” ujarnya.

Untuk mencapai target 2026, Kemenpar menyiapkan sejumlah program strategis yang menitikberatkan pada standar keselamatan dan keamanan wisatawan, penguatan pariwisata berbasis komunitas, serta pengembangan desa wisata.

Selain daya tarik alam, Indonesia juga akan mengandalkan gastronomi, wisata bahari, heritage tourism, desain dan seni, hingga wellness tourism. “Kami ingin wisatawan merasakan kenyamanan, keamanan, dan kesan mendalam selama berada di Indonesia,” tutur Ni Luh Puspa.

Dari sisi infrastruktur, InJourney Airports mencatat pergerakan penumpang selama periode 15–30 Desember 2025 mencapai 7,8 juta orang di seluruh jaringan bandara yang dikelola. Khusus Bandara Soekarno-Hatta, jumlah penumpang mencapai 2,7–3 juta, tumbuh sekitar 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara di Bali, penerbangan internasional meningkat sekitar 1,9–2 persen secara tahunan. “Bandara kini tidak hanya menjadi titik kedatangan dan keberangkatan, tetapi bagian penting dari ekosistem pariwisata. Karena itu, peningkatan layanan dan customer experience terus kami lakukan,” kata Achmad Syahir.

Ia menambahkan, selama periode Natal dan Tahun Baru, InJourney Airports menghadirkan berbagai aktivitas pengalaman penumpang, termasuk pemberian suvenir dan prosesi penyambutan wisatawan. (jpc)

Editor : Hanif
#indonesia #pengalaman wisata #Tradisi Tahunan #Ni Luh Puspa #pariwisata indonesia