PONTIANAK POST - Setelah sembilan hari pencarian intensif, Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan satu jenazah korban tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di Perairan Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (4/1) pagi. Penemuan ini terjadi pada hari ke-10 operasi pencarian sejak kapal tersebut mengalami kecelakaan laut pada 26 Desember 2025.
Korban ditemukan dalam kondisi terapung pada pukul 08.47 WITA, sekitar 1,13 nautical mile dari titik terakhir kapal diketahui berada (Last Known Position/LKP). Jenazah pertama kali ditemukan oleh tim RIB KPJ 2007 Ditpolair Polda NTT, sebelum dievakuasi menuju KN SAR Puntadewa dan dibawa ke Pelabuhan Marina Labuan Bajo.
Kepala Kantor SAR Maumere selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, membenarkan penemuan tersebut. “Berdasarkan hasil identifikasi tim Disaster Victim Identification (DVI), jenazah tersebut dipastikan atas nama Martin Carreras Fernando, 44 tahun, warga negara Spanyol, yang merupakan pelatih sepak bola wanita Valencia FC,” ujar Fathur di Posko Utama Waterfront Marina Labuan Bajo.
Sebelumnya, identitas korban masih diduga dan menunggu kepastian dari tim forensik. Proses identifikasi dilakukan dengan mencocokkan data ante mortem dan post mortem sesuai standar DVI Interpol, sebagaimana dijelaskan Kabid Dokkes Polda NTT melalui Kabid Humas Kombes Pol Henry Novika Chandra. “Identifikasi dilakukan secara profesional dan menyeluruh agar tidak terjadi kekeliruan informasi kepada pihak keluarga,” kata Henry.
Direktur Polisi Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda NTT Kombes Pol Irwan Deffi Nasution yang turut berada di lokasi pencarian juga membenarkan penemuan satu jenazah tersebut. Dengan ditemukannya Martin Carreras Fernando, jumlah korban meninggal dunia dalam insiden KM Putri Sakinah kini menjadi dua orang. Sementara itu, dua korban lainnya, yakni Martin Garcia Mateo dan Martinez Otuno Enriquejavier, masih dinyatakan hilang.
Dalam operasi pencarian hari yang sama, Tim SAR Gabungan juga menemukan sejumlah serpihan kayu di sekitar area pencarian. Namun, hingga kini belum dapat dipastikan apakah serpihan tersebut merupakan bagian dari KM Putri Sakinah, sebagaimana temuan sebelumnya berupa pintu kamar kapal.
Fathur menjelaskan, operasi pencarian resmi diperpanjang selama tiga hari ke depan karena masih terdapat sekitar 10 persen area pencarian yang belum terjangkau. Sebanyak 160 personel gabungan dikerahkan, didukung 17 armada kapal dari Basarnas, TNI AL, Polairud, BPBD, serta relawan, termasuk penggunaan sonar dan penyelaman profesional.
“Kuatnya arus bawah laut membuka berbagai kemungkinan. Dua jenazah ditemukan dalam kondisi terapung. Sangat mungkin korban lain masih berada di dalam kapal, namun tidak menutup kemungkinan juga telah terbawa arus keluar,” jelas Fathur.
Ia menambahkan, pihak keluarga korban menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kerja keras Tim SAR Gabungan. “Penemuan di hari ke-10 bukan hal mudah. Keluarga menilai ini bukti dedikasi luar biasa seluruh tim yang terlibat,” tutupnya.
Insiden kecelakaan kapal wisata di perairan Labuan Bajo menjadi peringatan serius bagi seluruh pemangku kepentingan sektor transportasi laut dan pariwisata di Nusa Tenggara Timur. Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, menegaskan bahwa keselamatan pelayaran harus menjadi prioritas utama dan tidak boleh dikompromikan.
Johni menekankan bahwa aspek kelayakan kapal hingga izin berlayar sepenuhnya merupakan kewenangan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP). Penilaian tersebut mencakup kondisi fisik kapal serta kelayakan cuaca sebelum kapal diizinkan berlayar. “Ini sangat krusial, apalagi setelah kejadian kecelakaan kapal wisata di Labuan Bajo,” ujar Johni, Jumat (2/1). (jpc)
Editor : Hanif