Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Jadwal Ramadan, Idulfitri, dan Iduladha 2026 Versi Muhammadiyah dan NU: Ada Potensi Berbeda?

Khoiril Arif Ya'qob • Kamis, 8 Januari 2026 | 16:00 WIB
Ilustrasi Ramadan.
Ilustrasi Ramadan.

PONTIANAK POST – Datangnya ramadan selalu dinanti pada setiap diri pemeluk Islam. Menjelang momentum tersebut banyak orang kemudian mencari tahu kapan ramadan, idulfitri, dan iduladha itu tiba.

Pelaksanaan ramadan, idulfitri, dan idul adha seringkali berbeda antara kedua organisasi NU dan Muhammadiyah.

Muhammadiyah telah menetapkan jadwal Ramadan, Idulfitri, dan Iduladha 2026 berdasarkan hisab.

Sementara NU memilih menunggu rukyatul hilal untuk memastikan awal bulan Hijriah.

Apakah untuk tahun 2026 ini juga akan berbeda? Simak penjelasan berikut.

Baca Juga: Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh, Begini Penjelasan Lengkap Gus Baha

Awal Puasa Ramadan, Idulfitri, dan Iduladha Versi Muhammadiyah

Berdasarkan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang hasil perhitungan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah, 1 Ramadan jatuh pada hari Rabu Legi, 18 Februari 2026 M.

Penetapan tersebut didasarkan pada hasil hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.

Sementara itu, Hari Raya Idulfitri atau 1 Syawal 1447 H ditetapkan jatuh pada hari Jumat Legi, 20 Maret 2026 M.

Untuk bulan Zulhijah, PP Muhammadiyah menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada hari Senin Kliwon, 18 Mei 2026 M.

Artinya, Hari Arafah (9 Zulhijah) akan bertepatan pada hari Selasa Pon, 26 Mei 2026 M, dan Hari Raya Iduladha (10 Zulhijah) akan dirayakan pada hari Rabu Wage, 27 Mei 2026 M.

Dengan demikian, dapat disimpulkan Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan sebagai berikut:

- 1 Ramadan 1447 H jatuh pada hari Rabu Legi, 18 Februari 2026

- 1 Syawal 1447 H ditetapkan jatuh pada hari Jumat Legi, 20 Maret 2026

- 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada hari Senin Kliwon, 18 Mei 2026

- Hari Arafah (9 Zulhijah) akan bertepatan pada hari Selasa Pon, 26 Mei 2026

- Hari Raya Iduladha (10 Zulhijah) akan dirayakan pada hari Rabu Wage, 27 Mei 2026

Awal Puasa Ramadan, Idulfitri, dan Iduladha Versi NU

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) belum menetapkan secara resmi kapan awal puasa Ramadan 2026 dimulai.

Mengutip laman NU Online, NU menggunakan metode Hisab Hakiki Imkan Rukyat sebagai alat bantu, dengan menetapkan ketinggian hilal 3 derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat (3–6,4).

Hal ini sesuai dengan kriteria terbaru yang ditetapkan oleh Majelis Ulama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).

Metode penentuan awal bulan Hijriah, baik untuk menandai permulaan bulan Ramadan, Syawal, maupun bulan lainnya, harus didasarkan pada penglihatan bulan secara fisik (rukyatul hilal bil fa‘li). Hilal diamati pada hari ke-29 malam ke-30.

Jika hilal terlihat, hal tersebut menandakan awal bulan baru. Sebaliknya, jika hilal tidak terlihat, malam itu masuk tanggal 30.

Sesuai metode tersebut, NU akan menetapkan awal puasa Ramadan setelah melakukan rukyatul hilal pada 29 Sya‘ban 1447 H.

Hasil pemantauan inilah yang menjadi dasar penentuan apakah puasa dimulai keesokan harinya atau menunggu satu hari berikutnya. (*)

Editor : Miftahul Khair
#puasa #jadwal #iduladha #Idulfitri 2026 #Ramadan 2026 #nu #muhammadiyah