Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Ratusan Orang di Mojokerto dan Grobogan Diduga Keracunan Program MBG

Hanif PP • Senin, 12 Januari 2026 | 10:30 WIB

 

KERACUNAN MASSAL: Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak usai meninjau Posko Layanan Kesehatan korban keracunan massal di Pondok Pesantren Ma’had An Nur, Mojokerto, Jawa Timur, Minggu (11/1)
KERACUNAN MASSAL: Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak usai meninjau Posko Layanan Kesehatan korban keracunan massal di Pondok Pesantren Ma’had An Nur, Mojokerto, Jawa Timur, Minggu (11/1)

PONTIANAK POST  – Jumlah santri, siswa, dan tenaga pendidik yang diduga keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Mojokerto terus bertambah. Hingga Minggu (11/1), total korban mencapai 261 orang. Seluruh korban diduga mengonsumsi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Bina Bangsa Semarang 03, Kecamatan Kutorejo.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyebut para korban berasal dari tujuh lembaga penerima manfaat dan kini dirawat di 13 rumah sakit serta puskesmas. “Total terdampak sejauh ini 261 orang. Ada yang datang ke posko, ada pula yang langsung ke rumah sakit,” kata Emil saat meninjau korban di Ponpes Mahad An Nur.

Fasilitas kesehatan yang menangani korban antara lain RSUD Prof dr Soekandar, RS Sumberglagah, RS Kartini, hingga Puskesmas Kutorejo. Korban terbanyak dirawat di RSUD Prof dr Soekandar dengan 37 pasien.

Emil menegaskan seluruh korban harus mendapat penanganan medis tuntas. Ponpes Mahad An Nur ditetapkan sebagai posko terbuka bagi masyarakat yang mengalami gejala serupa. Penyebab pasti keracunan masih diteliti, sementara Pemprov Jatim meminta evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG bersama Badan Gizi Nasional (BGN). Sekda Kabupaten Mojokerto Teguh Gunarko menyatakan pemda siap melakukan evaluasi dan pembenahan agar operasional MBG dapat kembali berjalan dengan aman.

658 Orang Keracunan

Sementara itu, di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah (Jateng), ada 658 santri, siswa, dan guru yang diduga keracunan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Jumat (9/1). Mereka mengonsumsi nasi kuning, telur suwir, dan abon. Korban dirawat di RSUD Ki Ageng Getas Pendowo Gubug, Grobogan. Karena jumlahnya terus bertambah, pihak RS menambah memfungsikan ruang isolasi menjadi kamar rawat inap.

Ketua Satgas MBG Grobogan Sugeng Prasetyo dan Sekda Grobogan Anang Armunanto menjenguk santri yang tengah menjalani perawatan kemarin (11/1). Sugeng menanyakan kronologi sertra keluhan yang dialami korban setelah menyantap MBG.
Menurut santri, biasanya, makanan datang sekitar pukul 09.00 WIB. Namun, saat kejadian, baru tiba sekitar pukul 11.00. Ada santri yang langsung makan. Namun, tidak sedikit yang baru menyantap MBG setelah salat Jumat.

Santri juga mengeluhkan perubahan rasa telur yang disajikan. Sementara, nasi kuning sudah lengket. Sugeng meminta para santri tidak trauma terhadap MBG. Evaluasi dan pembenahan bakal dilakukan menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang.
”Ke depan, dapur dan seluruh proses MBG akan kami benahi agar lebih baik,” tegasnya.
 (ram/fen/oce/oni)

 

Editor : Hanif
#grobogan #mojokerto #keracunan #ratusan warga #Makan Bergizi Gratis