PONTIANAK POST - Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (UI) resmi telah membuka program studi Sarjana Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence) atau akal imitasi (AI).
Melansir dari akun Instagram resmi UI, disebutkan bahwa program studi baru tersebut akan dibuka pada Ajaran 2026/2027.
“Halo, Sobat UI! Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia resmi membuka program studi Sarjana Kecerdasan Artifisial mulai tahun 2026/2027, lho,” tulisnya.
Postingan yang diunggah pada hari rabu (7/1) itu turut mendapat perhatian dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di hari yang sama.
Terlihat jawaban Gibran di kolom komentar tampak memberi dukungan dan apresiasi atas apa yang sudah dilakukan oleh Universitas Indonesia itu.
“Wi maju terus,” tulis Gibran di kolom komentar.
Kampus UI pun dengan segera kemudian membalas jawaban dari yang sudah Wapres Gibran tuliskan.
Ia mengucapkan terima kasih atas atensi yang sudah diberikan, serta siap ikut serta dalam mencetak bakat unggul demi kemajuan Indonesia.
“Terima kasih Mas Wapres, UI siap berkontribusi mencetak talenta digital unggul untuk kemajuan teknologi Indonesia,” balas UI.
Akun @ethereanana juga tak ketinggalan memberi komentarnya dengan menandai Wapres Gibran.
“Gas jadi dosen Mas,” tulisnya dengan men tag akun Gibran.
Bukan Sekedar Menggunakan AI
UI membuka program studi baru tersebut dengan maksud ingin berada di garis terdepan dalam urusan teknologi.
Program itu diperuntukkan bagi mereka yang ingin menciptakan, bukan hanya sekadar konsumtif dalam teknologi.
Lebih dari itu, UI mengajak tumbuh bersama sebagai inovator AI yang berdaya saing global serta bertanggung jawab.
“Program ini dirancang untuk kamu yang ingin berada di garis depan teknologi dengan menciptakan, bukan sekadar menggunakan AI. Di Fasilkom UI, kamu akan dibekali kompetensi AI modeling, AI system engineering, hingga pengembangan human-centric AI yang menjunjung etika dan dampak nyata bagi manusia.”
“Saatnya tumbuh sebagai inovator AI yang berdaya saing global dan bertanggung jawab bersama Universitas Indonesia,” pungkas captionnya. (*)
Editor : Miftahul Khair