PONTIANAK POST - Sejak dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia pada 20 Oktober 2024 lalu, Prabowo Subianto akhirnya berkunjung juga ke Ibu Kota Nusantara. Kehadiran Presiden di IKN menjadi sinyal politik bahwa Nusantara dipersiapkan serius sebagai pusat pemerintahan Indonesia dalam di masa depan.
Presiden RI Prabowo Subianto menginjakkan kaki di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Senin (12/1) sore. Kedatangan Presiden di Istana Garuda menandai kunjungan kerja perdana Prabowo ke ibu kota baru sejak dilantik sebagai Presiden RI ke-8 pada 20 Oktober 2024, sekaligus menjadi sinyal politik kuat tentang keberlanjutan proyek strategis nasional tersebut.
Berdasarkan siaran langsung Sekretariat Presiden, helikopter Super Puma yang membawa Presiden mendarat di helipad depan Istana Negara IKN menjelang petang. Prabowo disambut Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono beserta jajaran pejabat OIKN dan anggota Kabinet Merah Putih. Tampak mendampingi Presiden antara lain Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Luar Negeri Sugiyono, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Kawasan Istana Negara IKN terlihat steril dengan pengamanan ketat dari Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dan Polisi Militer. Mengenakan kemeja safari khasnya, Prabowo menyalami para penyambut sebelum menaiki kendaraan yang telah disiapkan untuk melanjutkan agenda di kawasan IKN.
Kunjungan ke IKN menjadi agenda terakhir Presiden Prabowo dalam rangkaian lawatan kerjanya di Kalimantan. Pada hari yang sama, Presiden terlebih dahulu meresmikan Sekolah Rakyat Terpadu di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, kemudian meresmikan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Pertamina di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sebelumnya telah mengonfirmasi rencana kunjungan tersebut. “Mohon doa restu, selanjutnya dari Balikpapan akan nengok ke IKN,” ujar Prasetyo di Banjarbaru, Senin pagi.
Malam ini, Presiden Prabowo dijadwalkan menggelar rapat terbatas bersama sejumlah anggota Kabinet Merah Putih di IKN. Pertemuan tersebut diperkirakan akan membahas percepatan pembangunan serta penyiapan fungsi pemerintahan di ibu kota baru.
Kunjungan kali ini memiliki makna simbolik tersendiri. Terakhir kali Prabowo berada di IKN adalah pada 13 September 2024, saat masih menjabat Menteri Pertahanan dan berstatus presiden terpilih. Kala itu, ia menghadiri Sidang Kabinet Paripurna terakhir yang dipimpin Presiden ke-7 Joko Widodo di Istana Garuda, yang membahas transisi pemerintahan.
Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, IKN ditargetkan mulai berfungsi sebagai ibu kota politik Indonesia pada 2028. Dengan target tersebut, aktivitas pemerintahan eksekutif, legislatif, dan yudikatif diproyeksikan mulai berjalan di Nusantara dalam dua tahun ke depan.
Sejumlah tahapan pembangunan kini terus berjalan. Badan Otorita IKN telah menandatangani kontrak hasil lelang pembangunan kompleks legislatif dan yudikatif pada periode Oktober hingga November 2025. Kompleks legislatif akan dibangun di atas lahan seluas 42 hektare, mencakup Gedung Sidang Paripurna, Serambi Musyawarah, Plaza Demokrasi, museum, dan perkantoran, dengan total anggaran Rp8,5 triliun.
Sementara itu, kompleks yudikatif akan dibangun di atas lahan 15 hektare yang mencakup gedung Mahkamah Konstitusi, Mahkamah Agung, dan Komisi Yudisial, dengan total anggaran Rp3,1 triliun.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menegaskan komitmen penuh pemerintahan Presiden Prabowo terhadap kelanjutan pembangunan dan pemindahan ibu kota. Ia menyatakan proyek IKN bukan lagi sekadar wacana, melainkan telah menjadi kebijakan negara yang tegas.
Menurut Basuki, komitmen tersebut telah disampaikan Presiden Prabowo secara konsisten di berbagai forum internasional, termasuk pertemuan G20, guna menjawab keraguan pasar dan investor terkait keberlanjutan proyek di masa transisi kepemimpinan. “Presiden Prabowo sudah sangat jelas menyatakan komitmennya terhadap Nusantara di berbagai panggung dunia,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (11/1).
Minat publik terhadap IKN, lanjut Basuki, juga tercermin dari tingginya kunjungan masyarakat. Selama libur Natal dan Tahun Baru 2026, lebih dari 300.000 orang tercatat mengunjungi kawasan IKN di Kalimantan Timur.
Untuk tahun anggaran 2026, Otorita IKN telah mengantongi pagu anggaran sebesar Rp6 triliun yang akan difokuskan pada penguatan infrastruktur dan pengembangan ekosistem kota. Meski rincian paket pekerjaan masih difinalisasi, Basuki mengingatkan seluruh jajaran agar menjaga integritas dalam penggunaan anggaran. “Pemanfaatan uang negara harus dilakukan sebaik-baiknya. Jaga amanah ini dan jauhi konflik kepentingan,” tegasnya. (jpc/ant)
Editor : Hanif