Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

MBG 2026 Digelontorkan Rp335 Triliun, Airlangga Ungkap Efek ke Ekonomi

Khoiril Arif Ya'qob • Rabu, 14 Januari 2026 | 14:45 WIB

Airlangga Hartarto
Airlangga Hartarto

PONTIANAK POST – Pemerintah menyiapkan anggaran jumbo untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2026. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut nilai anggaran yang disiapkan negara mencapai Rp335 triliun.

Airlangga menegaskan pendanaan program MBG sepenuhnya ditopang APBN, sehingga pelaksanaannya diyakini aman, berkelanjutan, dan terukur dalam menjamin pelayanan gizi bagi para penerima manfaat.

“Jaminannya itu APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara). Tahun ini pemerintah menyiapkan untuk MBG sebesar Rp335 triliun, jadi aman," katanya dikutip dari Antara.

Anggaran tersebut dirancang untuk mendukung target penerima manfaat program MBG sekitar 82 juta orang di seluruh Indonesia pada 2026.

Baca Juga: Pembangunan Dapur MBG 3 T Belum Selesai, Kapuas Hulu Kembali Dapat Tambahan 33 Dapur

Dorong Perekonomian Indonesia

Menurut Airlangga, MBG berpotensi mendorong perekonomian karena operasional SPPG dibayar di awal, sehingga arus kas pelaksana terjaga dan stabil. Skema ini dinilai mampu menarik investasi lokal, menggerakkan UMKM, dan memperkuat ekonomi daerah.

Pembayaran sebelum produksi menjadikan model bisnis SPPG menarik karena memberikan kepastian arus kas, mempercepat perputaran modal, dan mendorong pembentukan unit dapur baru.

“Model bisnis SPPG ini luar biasa. Karena dibayar di awal, baru memproduksi, sehingga sebetulnya arus kasnya bagus. Dan beberapa yang kami monitor, ada yang sudah memiliki satu SPPG dan pasti mau membangun yang kedua dan seterusnya,” ujarnya.

Airlangga menyebut, dari anggaran Rp335 triliun, negara berpotensi menggelontorkan hampir Rp80 triliun per kuartal langsung ke tingkat akar rumput. Angka ini melampaui stimulus pemerintah kuartal pertama tahun sebelumnya yang hanya berkisar Rp37 triliun secara nasional.

“Jadi, kalau program ini meluncur ke grassroot sebesar Rp80 triliun, tentu akan mempunyai efek terhadap pertumbuhan ekonomi,” jelas Airlangga.

Baca Juga: Korban Keracunan MBG di Mojokerto Capai 349, JPPI Minta Pemerintah Jangan Bungkam Kritikan

Ciptakan Lapangan Kerja Baru

Selain itu, program MBG diperkirakan mampu menyerap hingga tiga juta tenaga kerja, sejalan dengan perhitungan bahwa setiap kenaikan satu persen pertumbuhan ekonomi dapat menciptakan sekitar 400 ribu lapangan kerja baru.

Airlangga menghitung kontribusi MBG berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi hingga tujuh persen. Bahkan, jika hanya separuh dari potensi tersebut terealisasi, program ini masih dapat menyumbang tambahan sekitar tiga persen bagi perekonomian nasional pada 2026.

“Ini akan mampu mengungkit pertumbuhan ekonomi sesuai dengan target yang diharapkan pemerintah,” kata Airlangga. (*)

Editor : Miftahul Khair
#Mbg #Menko Bidang Perekonomian #efek ekonomi #Makan Bergizi Gratis #Airlangga