Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Hari Ketiga Pencarian Korban ATR: Cuaca Ekstrem Hambat SAR, Korban Kedua Ditemukan di Bulusaraung

Hanif PP • Selasa, 20 Januari 2026 | 10:20 WIB
tim sar saat berkumpul di area kaki Kunung sebelum melanjutkan pencarian hari Ke 3 jatuhnya Pesawat ATR 42-500 di Bulusaraung--Foto Dok Tim Sar
tim sar saat berkumpul di area kaki Kunung sebelum melanjutkan pencarian hari Ke 3 jatuhnya Pesawat ATR 42-500 di Bulusaraung--Foto Dok Tim Sar

PONTIANAK POST - Memasuki hari ketiga pencarian pesawat jatuh di Gunung Bulusaraung, tim SAR Gabungan masih berjibaku dengan cuaca buruk dan medan ekstrem, sementara satu jenazah kembali ditemukan di dasar jurang sedalam 500 meter.

Hari ketiga pencarian korban pesawat yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan (Sulsel) membuahkan hasil. Jasad seorang korban ditemukan berada di dasar jurang sedalam sekitar 500 meter. Temuan jenazah itu dilaporkan hanya 15 menit sebelum konferensi pers resmi dimulai di Kantor Basarnas Makassar. Dilansir dari FAJAR, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengonfirmasi temuan tersebut melalui sambungan radio dari tim di titik koordinat jatuhnya pesawat.

"Hari ini kembali ditemukan satu korban. Baru saja, kira-kira 15 menit yang lalu sebelum kami mulai (preskon)," ungkap Syafii di hadapan media di Kantor SAR Makassar, Senin (19/1). Dengan demikian, dari 10 orang yang berada di dalam pesawat, sudah dua jenazah yang berhasil ditemukan. Korban kedua ditemukan di lokasi yang sulit dijangkau tim SAR Gabungan. Jika jenazah  pertama ditemukan pada kedalaman 200 meter, korban kedua berada di dasar jurang sedalam sekitar 500 meter.

Medan di lokasi digambarkan hampir tegak lurus dengan struktur bebatuan cadas. "Kondisinya sangat terjal, nyaris vertikal. Tim rescuer sudah berhasil mencapai posisi korban, namun proses angkut ke atas masih menunggu cuaca cerah," jelas jenderal bintang tiga tersebut.

Korban kedua adalah seorang perempuan. Namun, hingga kemarin identitasnya belum disebutkan. Basarnas menegaskan bahwa urusan identitas adalah otoritas medis sepenuhnya. "Bukan kewenangan kami untuk mendeklarasikan identitas. Itu sepenuhnya ranah DVI Mabes Polri," tegas Syafii.

Hingga kemarin, operasi udara masih terhambat fenomena base cloud atau awan rendah yang menyelimuti puncak Bulusaraung. Padahal, penggunaan helikopter dianggap sebagai jalan tercepat karena hanya membutuhkan waktu 10 menit menuju bandara. "Kami masih berupaya maksimal di fase golden time ini. Mohon doa agar cuaca segera terbuka sehingga evakuasi bisa dipercepat," katanya.

Sebagaimana diberitakan, pesawat ATR 42-500 hilang kontak pada Sabtu (17/1). Waktu itu, pesawat tersebut hendak mendarat di Bandara Makassar. Namun, posisinya ternyata tidak sesuai dengan jalur  pendaratan. Petugas air traffic control (ATC) lantas memberi panduan agar pesawat melakukan koreksi jalur. Namun, arahan petugas tidak mendapat respons.

‎Pesawat tersebut berangkat dari Bandara Jogjakarta menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. Ada 10 orang yang berada di dalam pesawat. Terdiri atas tujuh awak pesawat dan tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

 

Gubernur Minta Modifikasi Cuaca

Pemerintah berencana melakukan modifikasi cuaca untuk mendukung proses pencarian dan evakuasi korban. Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengungkapkan, pihaknya telah mengirimkan surat resmi permohonan modifikasi cuaca kepada BMKG.

Hal tersebut disampaikan Sudirman saat berada di Posko AJU, Kantor Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Senin siang. Ia mendampingi Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Kepala Basarnas Mohammad Syafii. “Kita akan terus melaksanakan pencarian, di mana ada kendala cuaca. Hari ini kita bersurat untuk melaksanakan modifikasi cuaca,” ujar Sudirman kepada awak media.

Upaya itu diharapkan dapat membuka akses pencarian yang lebih luas, terutama untuk operasi evakuasi melalui jalur udara menggunakan helikopter. Ia menambahkan, permintaan modifikasi cuaca diajukan karena sudah terdapat titik terang terkait lokasi jatuhnya pesawat. Sudirman menegaskan, Pemprov Sulawesi Selatan memberikan dukungan penuh terhadap operasi pencarian dan evakuasi ini.

Bahkan, masyarakat setempat turut dilibatkan untuk membantu tim SAR menjangkau lokasi-lokasi sulit. Di tempat yang sama, Pelaksana Tugas Kepala BBMKG Wilayah IV Nasrol Adil memastikan modifikasi cuaca segera dilakukan. Pihaknya telah menyiapkan satu pesawat untuk pelaksanaan teknologi modifikasi cuaca tersebut.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menilai, modifikasi cuaca sangat diperlukan mengingat kondisi di sekitar titik pencarian diselimuti kabut tebal dan hujan ringan. “Teman-teman (wartawan, Red) bisa lihat sendiri kan cuaca yang mungkin agak menganggu operasi udara,” ujar Dudy. Ia berharap, melalui dukungan BMKG, kondisi cuaca dapat dikendalikan sehingga operasi pencarian dan evakuasi korban dapat berjalan lebih maksimal. (abl/tgp/sin/oni)

Editor : Hanif
#gunung bulusaraung #jurang #pesawat ATR #jenazah #pencarian