PONTIANAK POST – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman serius di berbagai daerah, terutama saat musim kemarau tiba.
Dampaknya tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga mengganggu kesehatan masyarakat serta aktivitas ekonomi.
Menghadapi ancaman tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menekankan pentingnya langkah pencegahan yang konsisten dan penanganan cepat agar api tidak meluas.
BPBD juga menegaskan bahwa upaya menanggulangi kebakaran hutan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.
Peran aktif masyarakat menjadi kunci, mulai dari tidak melakukan pembakaran lahan, meningkatkan kewaspadaan, hingga melaporkan titik api sejak dini. Sinergi antara pemerintah dan warga inilah yang dinilai mampu menekan risiko karhutla sejak awal.
Kebakaran hutan dalam skala luas tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat.
Oleh karena itu, pemahaman tentang cara menjaga kelestarian hutan serta upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan menjadi langkah penting agar bencana ini tidak terus merusak alam dan kehidupan manusia.
Dikutip dari laman BPBD Kabupaten Lima Puluh Kota, berikut cara yang dapat dilakukan untuk mencegah atau menanggulangi kebakaran hutan, antara lain:
- Memperhatikan wilayah hutan dengan titik api yang cukup tinggi dan berpotensi memicu kebakaran hutan. Wilayah dengan titik api ini perlu diwaspadai, terutama saat terjadi kemarau panjang.
- Tidak membuka lahan atau perkebunan dengan cara membakar hutan.
- Tidak membuang puntung rokok secara sembarangan di kawasan hutan.
- Tidak meninggalkan api unggun di dalam hutan. Api unggun harus dipadamkan terlebih dahulu sebelum meninggalkan lokasi.
- Melakukan patroli hutan secara berkala untuk memantau kondisi hutan.
- Melakukan pemotretan citra secara berkala, terutama di wilayah yang memiliki tingkat titik api tinggi.
- Menyediakan mobil pemadam kebakaran yang siap digunakan.
- Apabila terjadi kebakaran hutan berskala kecil, lakukan penyemprotan langsung ke area yang terbakar.
- Jika kebakaran terjadi dalam skala besar, lakukan penyemprotan air dari udara menggunakan helikopter serta upaya hujan buatan. (*)
Editor : Miftahul Khair