PONTIANAK POST – Seorang dokter dan ahli gizi Indonesia, dr Tan Shot Yen, menyampaikan kekecewaannya kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Lewat platform Instagram pribadinya pada Jumat (23/1), ia mengungkapkan peringatan keras soal tanggung jawab moral para pemegang kuasa, baik di ranah ekonomi maupun jabatan publik.
Melalui kalimat singkat namun tegas, ia menyoroti praktik berbagi dan pengambilan keputusan yang justru berpotensi menimbulkan mudarat bagi masyarakat.
“Jika kalian pemilik SPPG, dan yang kalian bagi memberi mudarat ketimbang manfaat, kalian tahu upah yang kalian perbuat. Jika kalian pejabat, dan kalian diam sementara tahu apa yang mesti diperbuat, kalian tahu ganjaran di hari kiamat,” tulisnya.
Baca Juga: Dana 20 Persen APBN Pendidikan Dipakai MBG, Kepala Bidang Advokasi Guru Angkat Suara
Ia menyinggung pemilik SPPG yang menyalurkan bantuan atau layanan, tetapi hasilnya justru lebih banyak membawa dampak buruk daripada manfaat.
Menurutnya, setiap tindakan yang merugikan orang lain tetap memiliki konsekuensi dan upah yang harus dipertanggungjawabkan.
Tak hanya itu, kritik juga diarahkan kepada para pejabat. dr. Tan menegaskan bahwa sikap diam, padahal mengetahui apa yang seharusnya dilakukan, bukanlah posisi netral.
Pembiaran terhadap masalah yang berdampak pada hajat hidup orang banyak disebutnya sebagai bentuk kelalaian yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban, bukan hanya di dunia, tetapi juga di akhirat.
“Sudah, cuma itu yang bisa saya kerjakan. Sudah tidak tahu lagi apa yang mesti dilakukan,” tutup tulisannya.
Baca Juga: Miskonsepsi Susu untuk MBG: Memaknai Gizi dalam Kebijakan Publik
Unggahan tersebut pun mendapat perhatian dari banyak warganet. Banyak di antaranya memberikan dukungan serta semangat kepada dokter tersebut.
Salah satunya datang dari akun @kalis.mardiasih.
“Terima kasih, Dokter. Keberanian dokter menular,” tulis Kalis. (*)
Editor : Miftahul Khair