PONTIANAK POST - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono pingsan saat mengikuti upacara penghormatan dan pelepasan jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Auditorium Madidihang Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP) KKP, Jakarta, Minggu (25/1). Dia kelelahan seusai menuntaskan tugas di Eropa. Berselang beberapa jam, kondisinya kembali stabil.
Ada tiga pegawai KKP yang meninggal dalam kecelakaan pesawat di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel). Mereka adalah Kapten Andy Dahanan To, Ferry Irawan, dan Yoga Naufal. Trenggono bertugas sebagai inspektur upacara. Dia berdiri di depan peti jenazah.
Saat prosesi penyerahan jenazah dari keluarga ke negara, tubuh Trenggono tiba-tiba oleng, lalu jatuh ke lantai. Suara benturan sempat mengagetkan peserta upacara. Beberapa petugas segera memberikan pertolongan. Wakil Menteri (Wamen) KKP Didit Herdiawan kemudian menggantikan tugas Trenggono hingga prosesi upacara berakhir.
Staf Khusus Menteri KKP bidang Humas dan Komunikasi Media Doni Ismanto Darwin mengatakan, Trenggono pingsan karena kelelahan selepas pulang dari perjalanan dinas di Eropa. ”Beliau baru sampai dari perjalanan dinas itu, terus selama di Eropa memantau terus perkembangan di Jakarta,” ujarnya.
Menurut Doni, Trenggono terus memantau perkembangan selama bertugas di luar negeri. Dia ingin mendampingi keluarga korban dan berpartisipasi dalam seluruh proses upacara sebagai bentuk penghormatan. Trenggono dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Doni menyatakan, kondisi pria 63 tahun itu sudah sadar dan stabil. ”Kelelahan yang dirasakan bersifat sementara dan telah ditangani dengan baik,” jelasnya.
Prosesi Penghormatan
Wamen KKP Didit Herdiawan menyampaikan duka mendalam atas berpulangnya pegawai KKP dan kru pesawat ATR dalam musibah itu. ”Hari ini kita memberikan penghormatan terakhir kepada pegawai dan seluruh kru yang gugur. Kita semua menjadi saksi bahwa para korban merupakan syuhada yang sedang bertugas menjaga sumber daya keluatan dan perikanan,” paparnya.
Didit juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub), dan Tim SAR Gabungan, pemda, dan tim DVI, yang mengevakuasi korban, barang-barang, serta bagian penting dalam pesawat. ”Kami juga meminta maaf bila selama pelaksaan pencarian, evakuasi sampai acara pelepasan hari ini, memiliki kesalahan dan kekurangan,” ungkapnya.
Ferry Irawan dan Yoga Naufal meninggal saat menjalankan misi pengawasan sumber daya perikanan, bersama satu pegawai lainnya atas nama Deden Maulana yang sudah lebih dulu dimakamkan pada 22 Januari lalu. Pesawat ATR jenis 42-500 dengan nomor lambung PK THT yang mereka tumpangi jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulsel pada Sabtu (17/1). Selain tiga pegawai KKP, tujuh kru pesawat milik Indonesia Air Transport juga menjadi korban dalam insiden tersebut. (ygi/aph)
Editor : Hanif