PONTIANAK POST – Kebakaran rumah sering kali terjadi tanpa tanda-tanda yang disadari sejak awal, namun dampaknya bisa sangat merugikan dan membahayakan keselamatan keluarga.
Kelalaian kecil, seperti instalasi listrik yang tidak aman atau penggunaan peralatan rumah tangga yang kurang tepat, kerap menjadi pemicu utama.
Untuk meminimalkan risiko tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) membagikan panduan keamanan rumah yang wajib diperhatikan agar kebakaran dapat dicegah sejak dini.
Dilansir dari laman BPBD Yogyakarta, berikut beberapa tips sederhana agar terhindar dari kebakaran:
1. Bijak dalam Menggunakan Alat Listrik
Gunakan peralatan listrik secara bijak dan pastikan tidak melebihi kapasitas beban meter listrik di rumah.
Biasakan pula mematikan setiap perangkat saat tidak digunakan.
Hal sederhana seperti mematikan komputer atau laptop setelah selesai dipakai dapat mencegah risiko korsleting yang berujung kebakaran.
2. Jauhkan Pemantik dan Korek Api dari Jangkauan Anak-anak
Rasa ingin tahu anak yang begitu besar kerap membuat mereka bereksperimen tanpa menyadari risikonya, termasuk memainkan pemantik atau korek api tanpa sepengetahuan orang tua.
Padahal, kebiasaan ini sangat berbahaya karena dapat memicu kebakaran pada benda-benda di sekitarnya dalam sekejap.
3. Awasi Penggunaan Kompor Gas sebagai Pemicu Kebakaran Rumah
Salah satu langkah pencegahan yang bisa dilakukan adalah menghindari kebiasaan mencolok bibir tabung gas dengan pisau, serta melepas selang gas jika Anda berencana bepergian dalam waktu lama.
Selain itu, pastikan benda-benda yang mudah terbakar selalu dijauhkan dari sumber api guna meminimalkan risiko kebakaran.
Baca Juga: Cara Menanggulangi Karhutla Menurut BPBD: Cegah, Tangani, Laporkan
4. Berhati-hati saat Merokok
Bara api pada puntung rokok kerap masih menyala meski tampak sudah mati saat diletakkan di asbak atau dibuang ke tempat sampah.
Meski kecil, bara ini bisa memicu percikan api dan membakar benda-benda di sekitarnya. Karena itu, pastikan puntung rokok benar-benar padam sebelum dibuang agar tidak menimbulkan risiko kebakaran.
5. Sediakan Alat Pemadam Kebakaran di Rumah
Letakkan alat pemadam kebakaran di lokasi yang dekat dengan sumber api, seperti di dapur, sehingga saat kebakaran terjadi Anda dapat segera menjangkaunya dan memadamkan api sebelum meluas.
6. Pasang Alat Pendeteksi Asap
Smoke detector atau alat pendeteksi asap kini semakin umum digunakan di rumah sebagai sistem peringatan dini kebakaran.
Alat ini biasanya dipasang di langit-langit dan bekerja menggunakan sensor yang akan mendeteksi asap sejak awal, sehingga penghuni rumah dapat segera mengambil tindakan.
Baca Juga: Mengapa Karhutla Terus Berulang? Ini Penjelasan BPBD dan Faktor Pemicu Utamanya
7. Susun Jalur Evakuasi yang Jelas
Salah satu langkah antisipasi penting untuk meminimalkan dampak kebakaran adalah menyiapkan jalur evakuasi yang jelas dan mudah diakses.
Dengan jalur yang tepat, Anda dan keluarga dapat segera menyelamatkan diri ketika api sudah terlalu besar untuk ditangani sendiri. (*)
Editor : Miftahul Khair