PONTIANAK POST — Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Kalimantan Barat, Zulfydar Zaidar Mochtar, menilai langkah Pemerintah Indonesia yang bergabung dalam lembaga perdamaian yang dibentuk oleh Pemerintah Amerika Serikat sebagai keputusan strategis dan patut diapresiasi.
Menurut Zulfydar, keikutsertaan Indonesia dalam lembaga tersebut menunjukkan komitmen nyata Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat peran Indonesia di panggung global, khususnya dalam upaya membangun dan menjaga perdamaian dunia.
“Saya beranggapan ini sangat positif. Apa yang dilakukan Presiden Prabowo adalah upaya meningkatkan hubungan internasional sekaligus strategi bagaimana Indonesia bisa terlibat langsung dalam peace building atau pembangunan perdamaian dunia,” ujarnya.
Ia menegaskan, tidak mungkin sebuah negara ingin berperan aktif dalam menciptakan perdamaian global, namun justru berada di luar forum-forum strategis tempat negara-negara yang berkonflik dan para pengambil kebijakan internasional berkumpul.
Baca Juga: Zulfydar Desak Ekspor SDA Wajib Lewat Pelabuhan Kijing, Jangan Biarkan PAD Kalbar Bocor”
“Kalau kita ingin melakukan perdamaian, tentu kita harus masuk ke wilayah sumber konflik itu sendiri, masuk ke ruang-ruang dialog dan negosiasi,” katanya.
Zulfydar juga mengingatkan bahwa secara historis Indonesia dikenal sebagai negara nonblok yang konsisten mengedepankan prinsip perdamaian. Sikap tersebut, lanjutnya, tetap relevan hingga saat ini, termasuk dalam konteks konflik internasional yang masih berlangsung.
Ia menambahkan, posisi Indonesia yang selama ini dikenal dekat dengan perjuangan rakyat Palestina semakin memperkuat legitimasi moral Indonesia dalam diplomasi perdamaian. Karena itu, kehadiran Indonesia dalam lembaga perdamaian internasional dinilai sejalan dengan sikap politik luar negeri bebas aktif yang dianut sejak lama.
“Saya pribadi merasa bangga. Apalagi saya juga terlibat dalam upaya-upaya perdamaian di tingkat lokal. Tidak mungkin kita bicara perdamaian, tetapi kita tidak berada di dalam akses atau sumber-sumber pihak yang berkonflik,” tegasnya.
Zulfydar turut menyoroti kinerja diplomasi Presiden Prabowo dalam enam bulan terakhir yang dinilainya sangat menonjol. Menurutnya, peran Presiden Prabowo dalam berbagai forum internasional, termasuk Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan pertemuan antar kepala negara, menunjukkan posisi Indonesia yang semakin diperhitungkan.
“Ruang diplomasi Presiden Prabowo sangat luar biasa. Indonesia ditempatkan pada posisi strategis untuk melakukan negosiasi guna menurunkan tingkat konflik antarnegara atau bahkan mencegah perang,” ujarnya.
Secara khusus, ia menilai perhatian Presiden Prabowo terhadap isu Palestina sebagai langkah penting dalam menciptakan perdamaian global. Zulfydar menyebut konflik di Timur Tengah, terutama yang berkaitan dengan Palestina, masih menjadi salah satu sumber utama ketegangan dunia.
“Kita berharap melalui peran aktif Indonesia, termasuk dalam lembaga perdamaian internasional, upaya pembangunan dan perdamaian di Palestina bisa terwujud. Ini bagian dari kontribusi nyata Indonesia untuk perdamaian dunia,” pungkasnya. (den)
Editor : Miftahul Khair