PONTIANAK POST - Gempa bumi yang berpusat di Pacitan dan Bantul mengguncang wilayah luas Pulau Jawa hingga Bali, Senin pagi. Guncangan memaksa PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberlakukan berhenti luar biasa (BLB) pada sejumlah perjalanan kereta api demi memastikan keselamatan jalur dan penumpang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa pertama berkekuatan magnitudo 5,7 dengan episenter di darat, 24 kilometer tenggara Pacitan pada kedalaman 122 kilometer.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan gempa tersebut merupakan gempa menengah akibat deformasi batuan dalam lempeng. “Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa ini dipicu aktivitas deformasi batuan dalam lempeng dengan mekanisme pergerakan naik atau thrust fault,” ujarnya.
Guncangan dirasakan kuat di Pacitan, Karangkates, dan Tulungagung dengan intensitas III–IV MMI, sementara di Malang, Nganjuk, Ponorogo, dan Blitar mencapai III MMI. Getaran bahkan terasa hingga Madiun, Denpasar, Kuta, Karangasem, Jember, Mojokerto, serta sejumlah wilayah di Jawa Tengah dan Yogyakarta dengan intensitas II–III MMI. “Hasil pemodelan menunjukkan gempa tidak berpotensi tsunami,” tegas Daryono.
Sekitar lima jam kemudian, gempa susulan berkekuatan magnitudo 4,5 terjadi di Bantul, tepatnya 16 kilometer timur Bantul dengan kedalaman 11 kilometer. BMKG menyatakan gempa ini merupakan gempa dangkal akibat aktivitas Sesar Opak.
Getaran dirasakan di Gunungkidul, Kulonprogo, Sleman, Yogyakarta, Klaten, Wonogiri, Purworejo, Trenggalek, Solo, Pacitan, hingga Magelang. Hingga siang hari, BMKG mencatat sedikitnya 14 gempa susulan dengan magnitudo di bawah 2. Belum ada laporan kerusakan serius akibat rangkaian gempa tersebut.
Dampak paling nyata terjadi pada sektor transportasi. PT KAI langsung memberlakukan berhenti luar biasa di seluruh perjalanan kereta api wilayah Daop 6 Yogyakarta untuk melakukan pemeriksaan jalur dan jembatan.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan langkah itu diambil sebagai prosedur keselamatan standar. “Keselamatan menjadi prioritas utama. Prosedur BLB diberlakukan untuk memastikan kondisi jalur dan sarana benar-benar aman sebelum perjalanan dilanjutkan,” ujarnya.
Setelah dilakukan pengecekan menyeluruh, seluruh perjalanan kereta api di wilayah Daop 6 kembali beroperasi normal pada pukul 08.48 WIB. Gempa juga dirasakan di wilayah Daop 7 Madiun dan Daop 8 Surabaya, termasuk lintas Malang. KAI memastikan tidak ditemukan kerusakan pada sarana maupun prasarana. “Tidak ada pembatalan perjalanan kereta api. Keterlambatan hanya bersifat sementara dan disesuaikan dengan kebutuhan pemeriksaan keselamatan,” kata Anne. (jpc)
Editor : Hanif