Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Profil Thomas Djiwandono, Keponakan Presiden Prabowo yang Kini Jadi Deputi Gubernur BI

Khoiril Arif Ya'qob • Rabu, 28 Januari 2026 | 12:01 WIB

Mantan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono yang kini menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) menggantikan Juda Agung.
Mantan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono yang kini menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) menggantikan Juda Agung.

PONTIANAK POST – Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono resmi terpilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri pada 13 Januari 2026.

Keputusan tersebut disahkan oleh Komisi XI DPR RI dalam rapat internal setelah Thomas mengikuti proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) bersama dua kandidat lainnya sejak Jumat (23/1).

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menyebut Thomas dinilai sebagai figur yang mampu diterima oleh seluruh fraksi di parlemen, sekaligus memiliki pemahaman kuat mengenai sinergi kebijakan moneter dan fiskal.

“Pertimbangannya, Bapak Thomas adalah figur yang bisa diterima oleh semua partner. Dan figur Bapak Thomas juga menjelaskan dengan sangat baik perlunya membangun sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal, sehingga memberikan penguatan pertumbuhan ekonomi,” ujar Misbakhun, dikutip dari Jawa Pos, Senin (26/1).

Baca Juga: Thomas Djiwandono: Komitmen Jaga Independensi BI dan Sinergi Kebijakan Fiskal-Moneter

Latar Belakang Keluarga

Dilansir dari laman Partai Gerindra, Thomas M. Djiwandono—yang akrab disapa Tommy—lahir di Jakarta pada 7 Mei 1972. Ia merupakan anak pertama dari pasangan Soedradjad Djiwandono dan Biantiningsih Miderawati.

Thomas Djiwandono berasal dari keluarga yang berpengaruh di dunia keuangan dan politik. Ayahnya adalah mantan Gubernur Bank Indonesia yang kini mengajar di Nanyang Technological University, Singapura. Sementara itu, ibunya, Bianti, merupakan kakak kandung Presiden Prabowo Subianto.

Ia juga merupakan cicit R.M. Margono Djojohadikusumo, pendiri Bank Negara Indonesia (BNI) 46. Thomas telah menikah dan dikaruniai tiga orang anak.

Riwayat Pendidikan

Dalam hal pendidikan, Thomas tumbuh dalam lingkungan keluarga yang berpendidikan. Ia menempuh pendidikan menengah di SMP Kanisius, Menteng, Jakarta, sebelum melanjutkan studi ke luar negeri.

Thomas meraih gelar sarjana sejarah dari Haverford College, Pennsylvania, Amerika Serikat. Ia kemudian melanjutkan pendidikan magister di bidang Hubungan Internasional dan Ekonomi Internasional di Johns Hopkins University School of Advanced International Studies, Washington, Amerika Serikat.

Baca Juga: Thomas Djiwandono Ditetapkan Sebagai Deputi Gubernur BI, Diterima Semua Parpol

Perjalanan Karier

Karier Thomas Djiwandono dimulai sebagai wartawan magang di Majalah Tempo pada 1993, sebelum melanjutkan pengalaman jurnalistiknya di Indonesia Business Weekly setahun kemudian.

Selain di bidang media, Thomas juga sempat berkarier di sektor keuangan sebagai analis di Whetlock NatWest Securities, Hong Kong.

Pada 2006, kariernya berlanjut ketika pamannya, Hashim Djojohadikusumo, mengajaknya bergabung di Arsari Group, perusahaan yang bergerak di bidang agrobisnis. Di sana, Thomas menjabat sebagai Deputy CEO dan turut mengelola strategi bisnis perusahaan.

Kiprah di Dunia Politik

Di dunia politik, Thomas aktif di Partai Gerindra. Ia pernah mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif di Provinsi Kalimantan Barat serta menjabat sebagai Bendahara Umum Partai Gerindra.

Perannya dinilai sangat vital, terutama pada Pilpres 2014, saat mendukung pasangan Prabowo Subianto–Hatta Rajasa. Thomas bertanggung jawab atas logistik Koalisi Merah Putih (KMP) dan dikenal teliti dalam mengelola serta mencatat aktivitas keuangan partai.

Menjelang pencalonannya sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia, Thomas Djiwandono resmi mengundurkan diri dari kepengurusan Partai Gerindra per 31 Desember 2025.

Langkah tersebut diambil sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 yang melarang anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia merangkap sebagai pengurus atau anggota partai politik.

Baca Juga: Ketegangan Pencalonan Thomas Djiwandono ke Bank Indonesia, Perry Warjiyo Pastikan BI Tetap Independen

Sebelumnya, Thomas Djiwandono dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan oleh Presiden Joko Widodo pada 18 Juli 2024.

Ia kemudian kembali mengemban jabatan tersebut dalam Kabinet Merah Putih di bawah Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sejak 21 Oktober 2024, sebelum akhirnya terpilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia. (*)

Editor : Miftahul Khair
#Prabowo Gibran #profil #deputi gubernur #bank indonesia #presiden #keponakan aniaya bibi #Thomas Djiwandono