Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Ahok Seret Nama Erick Thohir hingga Jokowi dalam Sidang Korupsi Minyak Pertamina

Khoiril Arif Ya'qob • Rabu, 28 Januari 2026 | 14:15 WIB
Mantan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) periode 2019–2024 Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat sidang kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah di Pengadilan Tipikor, Jakarta.
Mantan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) periode 2019–2024 Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat sidang kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah di Pengadilan Tipikor, Jakarta.

PONTIANAK POST – Mantan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, mendesak jaksa penuntut umum (JPU) untuk memeriksa mantan Menteri BUMN Erick Thohir hingga Presiden ke-7 RI Joko Widodo terkait dugaan korupsi minyak mentah Pertamina.

Desakan itu terutama berkaitan dengan pencopotan dua direksi anak usaha Pertamina yang dinilai Ahok memiliki integritas.

Dilansir dari Jawa Pos, Ahok menyampaikan pernyataan tersebut saat memberikan kesaksian dalam sidang lanjutan perkara dugaan korupsi pengelolaan minyak mentah Pertamina di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Selasa (27/1).

Pencopotan Dua Direksi Pertamina

Dua nama yang disorot Ahok yakni Joko Priyono dan Mas’ud Khamid, masing-masing mantan direksi subholding Kilang Pertamina Internasional (KPI) dan Pertamina Patra Niaga (PPN).

“Ini saya ingin menanyakan penegasan, ya, masih di poin 10 huruf a. Dalam keterangan saudara ada dua nama, Pak Joko Priyono dan Pak Mas’ud Khamid, keduanya mantan direksi pada anak perusahaan Pertamina, subholding. Satu di KPI, satu di PPN. Disebut sudah dicopot. Apakah ada persoalan dengan dua orang ini sehingga disebut dicopot? Ada masalah tidak?” tanya jaksa dalam persidangan.

Ahok merespons pertanyaan JPU dengan memberikan penilaian positif. Ia menegaskan Joko Priyono dan Mas’ud Khamid merupakan dua direktur terbaik yang pernah dimiliki Pertamina.

Menurut Ahok, Mas’ud Khamid bahkan memilih diberhentikan ketimbang menandatangani pengadaan yang dinilainya menyimpang.

“Termasuk soal aditif ini, Pak Mas’ud ini lebih baik dipecat daripada tanda tangan kalau ada penyimpangan pengadaan. Makanya saya bilang ini salah satu terbaik yang kita punya,” ujar Ahok.

Sementara itu, Joko Priyono disebut memiliki pemahaman mendalam soal kilang berkat latar belakang teknis yang kuat.

“Pak Joko ini orang kilang, asli dari kilang. Pengetahuannya paling bagus soal kilang. Dia yang kasih tahu saya kelemahan kilang, apa yang mau diperbaiki. Ketika dia dicopot, saya sampai mau nangis,” ungkap Ahok.

“Dia bilang, ‘Pak, sudahlah, Pak, saya di Yogya saja.’ Saya pikir BUMN ini keterlaluan, mencopot orang yang bukan karena meritokrasi. Kenapa orang yang mau melakukan hal yang benar justru dicopot? Ini orang terbaik, makanya saya tulis dicopot dalam BAP,” lanjutnya.

 

Ahok Minta Erick Thohir dan Jokowi Diperiksa

Merasa ada kejanggalan dalam pencopotan dua direksi tersebut, Ahok mendorong jaksa untuk memeriksa pihak-pihak terkait, termasuk Erick Thohir dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo, guna mengungkap alasan di balik keputusan tersebut.

“Makanya saya selalu bilang ke Pak Jaksa, kenapa saya mau lapor ke jaksa? Periksa sekalian BUMN, periksa presiden bila perlu. Kenapa orang terbaik dicopot?” ucap Ahok.

Menanggapi dorongan Ahok agar Erick Thohir dan Joko Widodo diperiksa, jaksa menilai keterangan tersebut tidak berkaitan langsung dengan pendalaman pengetahuan Ahok sebagai saksi dalam perkara yang tengah disidangkan.

“Itu kan fakta dari keterangan saksi. Namun saksi sendiri tidak menjelaskan fakta yang mana, detail perbuatan seperti apa, itu tidak pernah dikemukakan di persidangan. Tidak ada dokumen atau keterangan dari Pak Ahok yang bisa memastikan fakta tersebut,” pungkas jaksa. (*)

Editor : Miftahul Khair
#Korupsi minyak Pertamina #ahok #Erick Thohir #sidang #jokowi