Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

IHSG Terjun 8 Persen, Benarkah Terkait Thomas Djiwandono? Ini Kata Mensesneg

Khoiril Arif Ya'qob • Kamis, 29 Januari 2026 | 12:05 WIB

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi

PONTIANAK POST – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi angkat bicara soal anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Ia berharap pasar saham segera bangkit dan IHSG kembali menguat usai tertekan tajam pada perdagangan Rabu (28/1).

Melansir Jawa Pos, pernyataan itu disampaikan Prasetyo saat menanggapi gejolak pasar saham. Ia mengungkapkan harapannya agar IHSG bisa segera bangkit kembali, seraya menyebut pemulihan pasar sebagai proses reborn, sebagaimana ia sampaikan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

“Kita berdoa bisa reborn lagi,” ujarnya.

Saat ditanya soal kemungkinan kaitan rontoknya IHSG dengan penunjukan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Prasetyo memilih tidak berspekulasi dan enggan memberikan penilaian lebih jauh.

“Secara teknis mungkin ditanyakan kepada yang lebih ahli,” ucapnya.

Baca Juga: Thomas Djiwandono Ditetapkan Sebagai Deputi Gubernur BI, Diterima Semua Parpol

Pembekuan Sistem Perdagangan di BEI

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat menghentikan sementara perdagangan saham atau trading halt pada sesi II Rabu siang. Kebijakan darurat ini diambil setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas hingga 8 persen.

“Pada hari ini, Rabu, 28 Januari 2026, telah dilakukan tindakan pembekuan sementara sistem perdagangan di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pukul 13.43.13 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS),” imbuh Corporate Secretary BEI, Kautsar Primadi.

Ia menjelaskan, trading halt diberlakukan setelah penurunan IHSG menembus ambang batas 8 persen. Meski sempat dihentikan, perdagangan kembali dibuka pada pukul 14.13 WIB tanpa perubahan jadwal.

Mengacu pada data RTI Business, IHSG terjun 8 persen atau anjlok 718,44 poin ke level 8.261,78. Tekanan pasar terlihat dominan, dengan hanya 28 saham yang menguat, sementara 768 saham melemah dan delapan saham bergerak stagnan. (*)

Editor : Miftahul Khair
#deputi gubernur bi #Prasetyo Hadi #mensesneg #ihsg #Thomas Djiwandono