Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kontroversi Mens Rea Jadi Sorotan, Pandji Sowan ke MUI Cari Titik Temu

Khoiril Arif Ya'qob • Rabu, 4 Februari 2026 | 14:45 WIB
Komika Pandji Pragiwaksono.
Komika Pandji Pragiwaksono.

PONTIANAK POST - Komika Pandji Pragiwaksono sowan ke Kantor Pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk melakukan tabayun terkait materi stand up comedy miliknya (Mens Rea) yang sempat menjadi sorotan publik.

Kedatangannya diterima langsung oleh Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof. KH. Asrorun Ni’am Sholeh, pada Selasa (3/2).

Dilansir dari laman MUI, Pandji menyampaikan bahwa kedatangannya bertujuan untuk menjelaskan maksud dari materi pertunjukan yang dibawakannya, termasuk sejumlah bagian yang dinilai perlu penjelasan lebih mendalam.

Ia juga mengaku mendapat sambutan baik serta memperoleh banyak masukan dan pengetahuan dari pertemuan tersebut.

“Saya datang dengan niat menjelaskan maksud dari pertunjukan saya, termasuk sejumlah materi yang kelihatannya memang perlu dielaborasi. Alhamdulillah, Pak Kiai menerima dengan sangat baik. Saya banyak mendapat masukan dan ilmu,” ujar Pandji.

Pandji Terima Masukan, MUI Tegaskan Fungsi Tabayun untuk Umat

Pandji mengakui bahwa sebagai seorang seniman, ia menyadari selalu ada ruang untuk memperbaiki dan menyempurnakan karya.

Ia juga menyampaikan apresiasinya atas nasehat dan pengingat yang diberikan dalam pertemuan tersebut.

“Saya sadar sebagai orang yang berkarya, selalu ada ruang untuk bisa lebih baik lagi, lebih benar lagi. Itu yang diingatkan oleh Pak Kiai, dan saya sangat berterima kasih,” katanya.

Kemudian, Asrorun Ni’am menjelaskan bahwa MUI menerima kunjungan silaturahmi Pandji bersama rekan-rekannya untuk melakukan tabayun atas persoalan yang sempat ramai dan menjadi perhatian publik.

Ia menilai proses tabayun tersebut penting sebagai bagian dari upaya MUI dalam memberikan panduan keagamaan kepada masyarakat.

“Hari ini kita menerima silaturahmi dari Bang Pandji bersama teman-teman untuk tabayun atas masalah yang sempat ramai dan menjadi perhatian publik. Informasi tabayun ini penting sebagai bagian dari proses MUI dalam memberikan panduan keagamaan kepada masyarakat,” ujar Ni’am.

 

Evaluasi Materi dan Apresiasi MUI atas Komitmen Perbaikan Pandji

Ia menegaskan bahwa MUI perlu menelaah secara menyeluruh konteks pertunjukan, termasuk keseluruhan materi serta potongan video yang beredar di publik, agar dapat memberikan pandangan keagamaan secara proporsional.

Dalam pertemuan tersebut, MUI juga menyampaikan sejumlah masukan kepada Pandji, terutama terkait sensitivitas materi keagamaan.

Menanggapi hal itu, Pandji menyatakan kesiapannya untuk melakukan perbaikan.

“Saya ingin terus berkarya dan menghibur masyarakat. Masukan ini akan saya pegang baik-baik. Jika kegaduhan terjadi karena kurang cermatnya saya menulis materi, tentu saya ingin memperbaikinya, termasuk menghindari topik-topik keagamaan yang berpotensi menimbulkan kegaduhan,” tegasnya.

Ketua Bidang Fatwa itu menilai adanya komitmen dari Pandji untuk melakukan perbaikan sebagai langkah positif yang layak mendapat apresiasi.

“Kami melihat adanya komitmen untuk memperbaiki. Ini hal yang baik dan patut diapresiasi,” pungkasnya. (*)

Editor : Miftahul Khair
#mens rea #MUI #Tabayun #pandji pragiwaksono