PONTIANAK POST - Sudah rutin berolahraga, keringat bercucuran, bahkan jadwal latihan tak pernah bolong, namun perut tetap terlihat buncit?
Kondisi ini kerap membuat banyak orang bingung sekaligus frustasi. Padahal, olahraga saja belum tentu cukup untuk mengatasi lemak di area perut.
Ada sejumlah faktor yang sering luput disadari dan justru menjadi penyebab utama perut tak kunjung rata meski sudah rajin bergerak.
Simak di bawah ini, dilansir dari Klikdokter, ada 7 faktor yang menyebabkan hal tersebut bisa terjadi.
Baca Juga: 5 Olahraga Efektif untuk Mengecilkan Perut Buncit di Rumah
1. Usia
Seiring bertambahnya umur, metabolisme tubuh secara alami akan melambat.
Dampaknya, kemampuan tubuh untuk membakar kalori pun menurun, sehingga berat badan menjadi lebih sulit diturunkan meski pola hidup terasa sudah sama seperti dulu.
Kondisi ini semakin dipengaruhi oleh perubahan hormon. Pada perempuan yang memasuki masa menopause, produksi hormon estrogen dan progesteron menurun.
Hal serupa juga terjadi pada pria, yakni berkurangnya hormon testosteron. Perubahan hormon inilah yang membuat lemak, terutama di area perut, lebih mudah menumpuk dan sulit dihilangkan.
2. Olahraga Tidak Tepat
Bisa jadi masalahnya bukan pada rutinitas olahraga, melainkan pada intensitasnya. Sejumlah studi menunjukkan bahwa olahraga dengan intensitas lebih tinggi terbukti lebih efektif dalam membantu mengurangi lemak di area perut.
Jadi, jika ingin hasil yang lebih optimal, cobalah meningkatkan intensitas latihan secara bertahap, tentu tetap disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan tubuh.
Baca Juga: Tidak Perlu Gym! Ini Tips Mengecilkan Perut Buncit dengan Cepat dari dr Zaidul Akbar
3. Stres
Beban pekerjaan, tekanan finansial, hingga persoalan dalam hubungan kerap menjadi sumber stres sehari-hari.
Tanpa disadari, stres inilah yang bisa membuat perut tetap besar meski olahraga sudah dilakukan secara rutin.
Alasannya, saat seseorang mengalami stres, tubuh akan memproduksi hormon kortisol dalam jumlah lebih tinggi.
Hormon ini berperan dalam memicu penumpukan lemak berlebih, terutama di area perut, sehingga hasil olahraga pun terasa kurang maksimal.
4. Kurang Tidur
Kurang tidur bukan hanya membuat tubuh lemas, tetapi juga diam-diam berkontribusi pada kenaikan berat badan.
Sejumlah penelitian yang melibatkan ribuan perempuan menunjukkan bahwa mereka yang tidurnya tidak cukup memiliki risiko lebih tinggi mengalami penambahan berat badan dibandingkan mereka yang beristirahat dengan optimal.
Karena itu, jika ingin menjaga berat badan tetap ideal dan perut tidak membuncit, biasakan tidur cukup selama 7-8 jam setiap malam.
Baca Juga: Menghilangkan Perut Buncit
5. Penyakit Tertentu
Tak selalu soal pola makan atau kurang olahraga, perut buncit juga bisa dipicu oleh kondisi medis tertentu, salah satunya polycystic ovary syndrome (PCOS).
Gangguan hormon ini ditandai dengan munculnya sejumlah kista pada indung telur dan kerap mempengaruhi metabolisme tubuh.
PCOS dapat memicu kenaikan berat badan sekaligus meningkatkan kadar hormon androgen, sehingga lemak, termasuk di area perut, lebih mudah menumpuk dan sulit dikurangi.
6. Pola Makan Tidak Teratur
Kalori dalam tubuh akan sulit terbakar, terutama bila masih sering mengkonsumsi camilan tinggi karbohidrat dan gula.
Tanpa disadari, kebiasaan ini justru menjadi “penghalang” utama perut untuk terlihat lebih rata.
Tak heran jika sebagian orang merasa sudah rajin berolahraga, tetapi perut tetap saja besar. Karena itu, selain aktif bergerak, penting untuk mulai lebih memperhatikan apa yang dikonsumsi setiap hari.
Baca Juga: Tips Olahraga di Rumah untuk Mengecilkan Perut Wanita
7. Konsumsi Alkohol
Minuman beralkohol umumnya mengandung kalori tinggi yang kerap tak disadari, sehingga berisiko menambah berat badan dan menumpuk lemak, terutama di area perut.
Itulah beberapa faktor yang dapat menjelaskan mengapa perut masih terlihat besar meski olahraga sudah dilakukan secara rutin.
Jika pola makan dan aktivitas fisik yang dijalani belum memberikan hasil sesuai harapan, tak ada salahnya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebiasaan sehari-hari.
Meski begitu, satu hal penting yang perlu diingat: jangan berhenti berolahraga. Aktivitas fisik tetap berperan besar dalam menjaga kesehatan tubuh, meningkatkan kebugaran, serta membuat tubuh terasa lebih segar dan bertenaga. (*)
Editor : Miftahul Khair