PONTIANAK POST - Mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal menyatakan dukungannya terhadap keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace setelah menerima undangan ke Istana.
Sikap tersebut menandai perubahan pandangannya sebelumnya dan memunculkan perhatian publik terhadap arah peran Indonesia dalam forum perdamaian internasional tersebut.
Dino menyampaikan bahwa hal yang paling ia apresiasi adalah sikap kehati-hatian dalam keterlibatan tersebut, yang menurutnya sejalan dengan arah kebijakan inti politik luar negeri Indonesia.
Ia menekankan bahwa Indonesia tetap memiliki ruang untuk menarik diri apabila keikutsertaan itu bertentangan dengan prinsip serta kepentingan nasional.
“Yang saya paling suka, dan ini segaris juga dengan posisi core policy luar negeri Indonesia, adalah bahwa kita masuk dengan hati-hati dan terus berpegang pada opsi untuk bisa keluar kalau ini bertentangan dengan prinsip kita dan kepentingan kita,” kata Dino, dikutip dari Antara (4/2).
“Ini berkali-kali beliau tekankan. Beliau tidak akan ragu, termasuk kalau yang lain tetap masuk. Nah ini yang saya tangkap sebagai suatu penekanan dan penegasan yang kami apresiasi,” imbuhnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Dino seusai menghadiri pertemuan dengan Presiden Prabowo bersama Menteri Luar Negeri, para wakil menteri luar negeri, serta sejumlah mantan menteri dan wakil menteri luar negeri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu.
Dalam kesempatan tersebut, Dino kembali menegaskan dukungan pribadinya terhadap keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BoP), dengan catatan tetap memahami berbagai risiko yang menyertainya serta menjaga opsi untuk menarik diri apabila diperlukan.
Ia menekankan bahwa perjuangan menuju kemerdekaan Palestina harus tetap menjadi tujuan utama Indonesia dalam forum tersebut.
Menurut Dino, upaya mewujudkan solusi dua negara tidak bisa dicapai secara instan. Jalan yang ditempuh masih panjang dan membutuhkan strategi diplomasi yang konsisten, lobi politik yang intensif, serta pendekatan yang pragmatis dan realistis.
Ia pun menilai BoP masih berada pada tahap awal, sehingga proses menuju tujuan tersebut masih akan terus berkembang, seraya berharap cita-cita utama berupa terwujudnya solusi dua negara dan kemerdekaan Palestina dapat tercapai.
“Jadi kita lihat, ini baru berapa hari kan BoP ya, jadi jalan masih panjang. Kita doakan tujuan paling utamanya yaitu two state solution, Palestina merdeka itu bisa tercapai,” pungkasnya. (*)
Editor : Miftahul Khair