Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pakar BMKG Ungkap Penyebab Gempa Pacitan dari Zona Megathrust, Beruntung Tak Capai Magnitudo 7

Miftahul Khair • Jumat, 6 Februari 2026 | 14:27 WIB

Peta zona megathrust di Indonesia pada 2017.
Peta zona megathrust di Indonesia pada 2017.

PONTIANAK POST – Gempa bumi yang mengguncang wilayah tenggara Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat (6/2/2026) dini hari dipastikan dipicu aktivitas zona megathrust di selatan Jawa.

Gempa yang semula tercatat bermagnitudo 6,4 tersebut kemudian diperbarui menjadi magnitudo 6,2 oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

BMKG menegaskan, meski guncangan dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah, gempa tersebut tidak berpotensi memicu tsunami.

Masyarakat pun dinilai masih beruntung karena kekuatan gempa tidak mencapai ambang magnitudo 7,0 yang berisiko menimbulkan gelombang tsunami.

Baca Juga: BMKG Catat Belasan Rentetan Gempa Susulan Guncang Pacitan

“Gempa Pacitan ini tidak mencapai magnitudo 7,0, sehingga tidak berpotensi tsunami,” ujar Daryono, Jumat (6/2).

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa gempa tersebut termasuk gempa megathrust dengan mekanisme pergerakan naik atau thrusting.

Jenis gempa ini terjadi akibat pergerakan lempeng tektonik yang saling menekan, khas zona subduksi di selatan Pulau Jawa.

Selain itu, gempa terjadi pada kedalaman yang relatif dangkal, yakni sekitar 10 kilometer. Kondisi tersebut menyebabkan getaran terasa cukup kuat di permukaan, meski kekuatannya masih berada di bawah ambang pemicu tsunami.

Berdasarkan catatan BMKG, gempa terjadi pada pukul 01.06 WIB dengan episenter berada di koordinat 8,99 Lintang Selatan dan 111,18 Bujur Timur. Pusat gempa terletak di laut, sekitar 90 kilometer arah tenggara Pacitan.

Baca Juga: Pacitan Diguncang Gempa Magnitudo 6,5 Dini Hari, Getaran Terasa hingga Jogja dan Semarang

Guncangan akibat gempa tersebut dirasakan hingga ke sejumlah wilayah di Jawa Timur, Jawa Tengah, bahkan Bali.

Intensitas gempa tercatat berada pada skala II hingga IV MMI, dengan getaran paling kuat dirasakan di wilayah Pacitan, Bantul, dan Sleman.

Gempa Susulan Tercatat

Setelah gempa utama, BMKG juga mencatat adanya aktivitas gempa susulan. Gempa susulan pertama terjadi pada pukul 01.11 WIB dengan kekuatan magnitudo 3,7 dan kedalaman 19 kilometer.

Selanjutnya, gempa susulan kedua terdeteksi pada pukul 01.16 WIB dengan magnitudo 2,8 dan kedalaman 18 kilometer. Seluruh rangkaian gempa tersebut berpusat di wilayah laut tenggara Pacitan.

BMKG memastikan hingga saat ini aktivitas susulan masih terpantau melemah dan masyarakat diimbau tetap waspada tanpa perlu panik. (*)

Editor : Miftahul Khair
#magnitudo #megathrust #bmkg #gempa #pacitan