Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Survei Indikator 2026: Program MBG Raup Kepuasan 72,8 Persen

Khoiril Arif Ya'qob • Senin, 9 Februari 2026 | 15:28 WIB
Siswa saat menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMK Negeri 1 Jakarta, Kamis (8/1).
Siswa saat menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMK Negeri 1 Jakarta, Kamis (8/1).

PONTIANAK POST - Mayoritas publik memberikan penilaian positif terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Hal itu terungkap dalam survei terbaru Indikator Politik Indonesia yang dilakukan pada awal 2026.

Melansir Antara (8/2), Founder dan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menyampaikan bahwa survei tersebut melibatkan 1.220 responden WNI yang diwawancarai pada 15–21 Januari 2026. Hasilnya, 72,8 persen responden menyatakan puas terhadap pelaksanaan program MBG.

Meski demikian, Burhanuddin mengingatkan bahwa tingkat kepuasan tersebut bersifat dinamis.

“Kelompok yang menyatakan cukup puas ini sangat mungkin berubah, tergantung pada kondisi di lapangan dan kemampuan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam menjalankan program,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu.

Ia merinci, 12,2 persen responden mengaku sangat puas dan 60,6 persen cukup puas terhadap program MBG. Sementara itu, 19,9 persen responden menyatakan kurang puas, dan 4,5 persen lainnya mengaku tidak puas sama sekali.

“Artinya, tingkat ketidakpuasan per Januari 2026 itu sekitar seperempat responden,” kata Burhanuddin.

Lebih lanjut, Burhanuddin menilai tingkat kepuasan terhadap program MBG memiliki keterkaitan langsung dengan penilaian publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto.

Meski begitu, survei juga menemukan fenomena menarik, yakni sebagian responden yang tidak puas terhadap MBG masih tetap puas terhadap kinerja Prabowo.

Namun, ia mengingatkan bahwa sekitar seperempat responden yang tidak puas terhadap MBG cenderung juga tidak puas terhadap kinerja Presiden Prabowo.

Karena itu, Burhanuddin menekankan pentingnya peran BGN dalam memperbaiki kualitas pelaksanaan program, sekaligus meminimalkan berbagai persoalan di lapangan, termasuk kasus-kasus negatif seperti keracunan makanan.

“Ini menjadi catatan penting bagi BGN untuk terus memperbaiki kinerjanya. Jika tingkat ketidakpuasan terhadap program MBG meningkat, dampaknya bisa langsung berpengaruh pada penilaian publik terhadap kinerja Presiden Prabowo,” ujarnya.

Sebagai informasi, survei ini dilakukan melalui wawancara tatap muka, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar 2,9 persen. (*)

Editor : Miftahul Khair
#Mbg #survei kepuasan publik #prabowo #puas #Makan Bergisi Gratis #badan gizi nasional