PONTIANAK POST - Presiden Prabowo Subianto tancap gas menggerakkan sektor riil. Dunia usaha diminta tak sekadar tumbuh, tetapi juga aktif membuka lapangan kerja baru. Pesan itu ditegaskan Prabowo saat menerima Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di rumah pribadi di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (9/2) malam.
Pertemuan tersebut menjadi forum dialog strategis antara pemerintah dan pelaku usaha untuk membaca arah perekonomian nasional sekaligus memperkuat sinergi penciptaan kerja. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, presiden secara khusus mengajak pengusaha berkolaborasi menciptakan lapangan kerja di sektor-sektor padat karya dan bernilai tambah. “Berkolaborasi menciptakan lapangan kerja mulai dari tekstil, garmen, dan alas kaki hingga mebel serta industri makanan dan minuman,” ujarnya.
Menurut dia, Prabowo menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi harus berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, peran dunia usaha menjadi kunci agar pembangunan tidak hanya menghasilkan angka, tetapi juga kesempatan kerja yang berkelanjutan.
Dalam audiensi tersebut, Apindo menyatakan dukungan terhadap agenda besar pemerintahan Prabowo. Mulai dari pengentasan kemiskinan, pemenuhan gizi anak, hingga penguatan pendidikan sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia. Kelompok pengusaha juga sepakat pentingnya memperkuat industrialisasi nasional agar tercipta nilai tambah di dalam negeri sekaligus memperluas serapan tenaga kerja.
Baca Juga: Pemerintah Gelontorkan Rp911 Miliar untuk Diskon Mudik, Stimulus Ekonomi Idulfitri 2026
Sampaikan Kondisi Riil Industri
Apindo diwakili jajaran pengurus, di antaranya Ketua Umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani dan Ketua Dewan Pertimbangan Apindo Sofjan Wanandi. Shinta menilai pertemuan dengan presiden menjadi momentum penting bagi pelaku usaha untuk menyampaikan kondisi riil industri.
Pertemuan yang berlangsung sekitar tiga jam itu membahas berbagai isu lintas sektor. “Prinsipnya bagus, keterbukaan. Saya berterima kasih sekali Presiden mengundang kami untuk berkomunikasi langsung dan mendengar,” ujarnya.
Dia menilai pengusaha tidak hanya menerima arahan, tetapi juga bisa memberi masukan berbasis pengalaman di lapangan.“Kita juga mendengar dari beliau, tapi kita juga bisa memberikan masukan-masukan. Ini kesempatan yang luar biasa,” katanya.
Sebagai representasi sektor riil, Apindo menegaskan dunia usaha memegang peran strategis dalam penciptaan kerja dan pertumbuhan ekonomi nasional. Masukan dari pelaku industri dinilai penting agar kebijakan pemerintah selaras dengan tantangan nyata. “Real sector ini memang kuncinya. Presiden juga mau mendengar apa yang benar-benar terjadi di lapangan,” kata Shinta.
Dia menekankan pentingnya semangat Indonesia Incorporated, agar seluruh pemangku kepentingan bergerak searah. “Kita sama-sama punya PR. Bagaimana penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan pemerintah itu bisa benar-benar terealisasi,” pungkasnya. (agf/dio)
Editor : Hanif