Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Sambut Imlek 2577, Ketua DPP MABT: Shio Kuda Api Lambangkan Semangat dan Ketangguhan Hadapi Tantangan Global

Deny Hamdani • Kamis, 12 Februari 2026 | 15:18 WIB
Tokoh Nasional DR (HC) Oesman Sapta Odang bersama Ketua DPP MABT Indonesia, Suyanto Tanjung, tokoh masyarakat dan pejabat Kalbar lainnya, disela-sela acara pelantikan dan pengukuhan DPP MABT.
Tokoh Nasional DR (HC) Oesman Sapta Odang bersama Ketua DPP MABT Indonesia, Suyanto Tanjung, tokoh masyarakat dan pejabat Kalbar lainnya, disela-sela acara pelantikan dan pengukuhan DPP MABT.

PONTIANAK POST – Ketua DPP Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Indonesia, Suyanto Tanjung, memaknai perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang jatuh pada 17 Februari 2026 sebagai momentum membangun semangat, ketangguhan, dan kebijaksanaan. Tahun ini dalam penanggalan Tionghoa adalah Shio Kuda dengan elemen Api.

Menurut Tanjung, seluruh dari dua belas shio dalam kalender Tionghoa pada dasarnya memiliki makna baik. Namun, kombinasi Kuda dan elemen Api pada 2026 dinilai membawa simbol energi dan daya juang yang kuat.

“Dalam kalender Cina, semua shio itu baik. Kebetulan 2026 adalah Kuda Api. Api itu melambangkan semangat yang menyala dalam kehidupan,” ujarnya dalam wawancara, Kamis (12/2).

Ia menekankan bahwa api tidak semata dimaknai sebagai unsur yang merusak, melainkan energi yang memberi kehidupan. “Api jangan selalu dipikir sebagai yang membakar. Api itu juga seperti listrik, yang membantu kita mengisi daya, mengakses informasi, terhubung dengan dunia lewat internet dan televisi. Itu energi kehidupan,” jelasnya.

Lebih jauh, Tanjung menyebutkan karakter kuda identik dengan ketangguhan dan daya tahan. Menurutnya, pesan ini relevan dengan kondisi global yang sarat dinamika, mulai dari konflik geopolitik hingga tekanan ekonomi.

“Setelah menyala, kuda itu harus tangguh. Dunia sedang menghadapi banyak gejolak, perang di berbagai tempat, tekanan ekonomi, dan ketidakpastian. Kita sebagai bangsa Indonesia, termasuk masyarakat Tionghoa, harus kuat menghadapi semua persoalan,” katanya.

Ia mengajak masyarakat tionghoa dan warga Kalbar untuk menjadikan Imlek sebagai refleksi kolektif, bukan hanya perayaan budaya, tetapi juga penguatan mental dan solidaritas sosial.

Selain semangat dan ketangguhan, politisi Hanura Kalbar ini juga menekankan pentingnya kebijaksanaan dalam menghadapi berbagai ujian, termasuk bencana alam yang kerap terjadi seperti banjir dan gempa bumi.

“Harapan kami, ke depan kita selalu diberi semangat dalam hidup, tangguh menghadapi cobaan dan musibah apa pun. Tetapi semuanya harus dihadapi dengan cara yang bijaksana,” katanya.

Ia berharap tahun Kuda Api menjadi momentum mempererat persatuan dan memperkuat kontribusi masyarakat Tionghoa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Perayaan Imlek 2577 Kongzili sendiri akan berlangsung pada 17 Februari 2026 dan diperkirakan dirayakan secara meriah di berbagai daerah di Indonesia dan Kalbar, sebagai bagian dari kekayaan tradisi dan keberagaman budaya nasional," pungkas dia. (den)

Editor : Miftahul Khair
#Imlek 2577 #shio kuda api #makna #peruntungan #MABT