Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Pelabuhan Kijing Tak Kunjung Beroperasi Optimal, Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Minta Kepastian

Deny Hamdani • Selasa, 17 Februari 2026 | 21:18 WIB
Suasana Terminal Kijing.
Suasana Terminal Kijing.

PONTIANAK POST – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, geram karena Pelabuhan Kijing hingga kini belum juga difungsikan sebagai pelabuhan ekspor dan impor.

Padahal, pelabuhan tersebut dibangun dengan anggaran negara bernilai triliunan rupiah.

“Harus segera dioperasikan. Itu dibangun dengan uang negara, lewat analisa dan kajian menyeluruh. Tidak boleh mundur-mundur lagi,” tegas Krisantus dalam wawancara baru-baru ini.

Menurutnya, seluruh aspek teknis dan ekonomi sebenarnya telah dikaji secara komprehensif, mulai dari sistem transportasi angkutan menuju pelabuhan hingga dampaknya terhadap harga barang dan distribusi logistik di Kalimantan Barat.

Karena itu, ia menilai tidak ada alasan rasional untuk terus menunda operasional pelabuhan.

Krisantus menegaskan, jika Pelabuhan Kijing segera dioptimalkan sebagai pelabuhan ekspor, dampaknya akan sangat besar terhadap peningkatan pendapatan daerah.

“Pasti berdampak pada PAD. Targetnya paling tidak Rp1 sampai Rp2 triliun bisa masuk ke APBD Kalbar,” katanya.

Tak hanya soal pendapatan daerah, operasional pelabuhan juga diyakini membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, termasuk pelaku UMKM dan tenaga kerja lokal. Ia mencontohkan kebutuhan logistik kapal yang akan menciptakan perputaran ekonomi turunan.

“Satu kapal saja bisa butuh 300 ton air bersih. Itu sudah peluang usaha. Belum lagi kebutuhan logistik lainnya,” ujarnya.

Menanggapi isu bahwa belum optimalnya Pelabuhan Kijing disebabkan oleh kesiapan operator dan pelaku usaha, Krisantus secara tegas menunjuk pengelola pelabuhan, yakni Pelindo, sebagai pihak yang harus bertanggung jawab.

“Pelindo harus bertanggung jawab. Itu uang negara, triliunan rupiah membangun Pelabuhan Kijing. Masa dibiarkan seperti ini, disia-siakan,” katanya dengan nada keras.

Ia juga mengajak seluruh perusahaan yang beroperasi di Kalimantan Barat untuk mendukung pemanfaatan Pelabuhan Kijing sebagai pusat ekspor baru di wilayah tersebut. Pelabuhan ini diproyeksikan menjadi simpul logistik strategis untuk komoditas unggulan seperti sawit, bauksit, dan produk turunannya.

“Kami selaku pemerintah daerah akan terus mendorong percepatan operasional pelabuhan ini. Ini kunci mendorong pertumbuhan ekonomi Kalbar agar lebih merata dan berkelanjutan,” pungkasnya. (den)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#Pelindo #Krisantus Kurniawan #pelabuhan kijing