Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Libur Imlek 2026 Diprediksi Picu Perputaran Uang hingga Rp9 Triliun

Hanif PP • Rabu, 18 Februari 2026 | 11:44 WIB

 

IMLEK: Suasana Tahun Baru Imlek di Vihara Bodhisatva Karaniya Metta Pontianak.
IMLEK: Suasana Tahun Baru Imlek di Vihara Bodhisatva Karaniya Metta Pontianak.

PONTIANAK POST - Libur Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili tak sekadar menjadi perayaan warga Tionghoa. Dua hari libur nasional pada 16–17 Februari 2026 diproyeksikan ikut mengerek belanja masyarakat dan mengalirkan perputaran uang hingga menembus Rp 9 triliun, di tengah momentum menjelang Ramadan.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Bidang Otonomi Daerah Sarman Simanjorang mengatakan, penetapan libur nasional memberi ruang bagi masyarakat untuk bepergian, berwisata, hingga meningkatkan konsumsi rumah tangga. Tidak hanya warga keturunan Tionghoa, perayaan Imlek juga dinikmati lintas kelompok masyarakat.

“Libur Imlek tahun ini akan mendorong produktivitas perekonomian dan meningkatkan konsumsi rumah tangga,” kata Sarman kemarin (17/2).

Lonjakan mobilitas ikut menghidupkan sektor pariwisata dan turunannya. Pusat wisata, mal dan ritel, pusat kuliner, kafe, jasa logistik, hingga penjual pernak-pernik Imlek diperkirakan menikmati kenaikan omzet.

Sarman menjelaskan, estimasi perputaran uang dihitung dari berbagai komponen konsumsi. Dari sekitar 11,25 juta warga keturunan Tionghoa atau sekitar 2,81 juta keluarga, dengan asumsi belanja rata-rata Rp1 juta per keluarga, potensi transaksi mencapai Rp 2,81 triliun.

Dari sisi perjalanan wisata, sekitar 3,36 juta orang dengan rata-rata belanja Rp 500 ribu berpotensi menyumbang Rp 1,68 triliun. Tiket pesawat diperkirakan menghasilkan transaksi Rp 1,74 triliun, disusul tiket kereta api sekitar Rp 150 miliar dan kereta cepat sekitar Rp 6,25 miliar.

Di sektor ritel, target transaksi periode Imlek hingga Ramadan dan Idul Fitri mencapai Rp 53,38 triliun. Jika sekitar lima persen terjadi saat libur Imlek, maka potensi perputaran uangnya  mencapai Rp 2,66 triliun.

“Jika diakumulasi, total potensi perputaran uang selama perayaan dan libur Imlek 2026 diperkirakan sekitar Rp9,06 triliun. Angka ini belum termasuk biaya tol, BBM kendaraan pribadi, maupun perjalanan laut dan penyeberangan,” pungkasnya. (mim/dio)

 

Editor : Hanif
#pariwisata #konsumsi #nasional #perputaran uang #libur imlek 2026