Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Presiden Prabowo Tiba di AS, Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Perjanjian Perdagangan

Hanif PP • Kamis, 19 Februari 2026 | 05:53 WIB

 

TIBA DI AS: Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba di Amerika Serikat (AS) pada Selasa (17/2/2026) pukul 11.55 waktu setempat.
TIBA DI AS: Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba di Amerika Serikat (AS) pada Selasa (17/2/2026) pukul 11.55 waktu setempat.

PONTIANAK POST – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tiba di Amerika Serikat pada Selasa (17/2), pukul 12.00 waktu setempat, setelah pesawat Garuda Indonesia-1 mendarat di Pangkalan Militer Andrews, Washington DC. Kedatangan Presiden disambut oleh Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Dwisuryo Indroyono Soesilo, Atase Pertahanan RI Marsma TNI E. Wisoko Aribowo, serta Komandan Grup Pemeliharaan Pesawat VVIP/VIP Angkatan Udara AS, Kolonel Gary Charland.

Setelah penyambutan, Presiden langsung menuju hotel untuk mempersiapkan agenda-agenda penting selama kunjungan kerja. Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menyatakan bahwa kunjungan ini difokuskan untuk membahas kerja sama strategis di berbagai bidang ekonomi. "Pertemuan ini akan difokuskan pada peningkatan hubungan bilateral Indonesia-AS melalui berbagai perundingan dan perjanjian dagang. Kami berharap, setiap langkah diplomasi ekonomi ini bisa memberi manfaat langsung bagi Indonesia," ujar Teddy dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Rabu (18/2).

Kunjungan ini juga menjadi bagian dari langkah aktif diplomasi Indonesia untuk memperkuat posisi negara di tengah dinamika geopolitik global, dengan meningkatkan rantai ekonomi dan produktivitas industri dalam negeri. Presiden Prabowo akan menandatangani perjanjian perdagangan timbal balik (ART) dengan AS yang telah dinegosiasikan sejak 2025. "Presiden Prabowo akan bertemu dengan kelompok pebisnis AS pada Rabu (18/2) dan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Donald Trump untuk melanjutkan pembahasan yang sudah berlangsung terkait perjanjian dagang ini," kata Teddy.

 

BoP jadi Sorotan

Selain agenda ekonomi, Presiden Prabowo dijadwalkan menghadiri konferensi tingkat tinggi (KTT) Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) pada Kamis (19/2), yang dipimpin oleh Presiden AS Donald Trump Jr. BoP, yang diluncurkan pada Januari 2026 di Davos, Swiss, bertujuan memperkuat kerja sama internasional dalam menciptakan stabilitas di kawasan yang rawan konflik, termasuk Gaza. Indonesia resmi bergabung sebagai anggota setelah Presiden Prabowo menandatangani piagam pendirian lembaga ini.

"Indonesia memiliki peran penting dalam Dewan Perdamaian ini. Sebagai bagian dari diplomasi aktif Indonesia, kita berharap bisa memberikan kontribusi nyata dalam upaya perdamaian global, khususnya di kawasan Gaza," ujar Teddy.

Sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral, Presiden Prabowo akan melakukan serangkaian pertemuan dengan pengusaha Amerika dan pejabat tinggi AS. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, turut mendampingi Presiden dalam penerbangan menuju AS. Menurut Teddy Indra Wijaya, kunjungan ini juga mencerminkan konsistensi Indonesia dalam memperjuangkan kepentingan nasional, khususnya dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing industri Indonesia di pasar global. "Kami ingin memastikan setiap kebijakan yang diambil Indonesia akan berfokus pada penguatan industri dalam negeri dan penciptaan lapangan kerja," tegas Teddy.

Namun, di tengah kunjungan tersebut, desakan agar Indonesia keluar dari Board of Peace (BoP) semakin menguat. Koalisi Masyarakat Sipil, yang terdiri dari sejumlah LSM, menyuarakan kritik keras terhadap bergabungnya Israel dalam BoP. Mereka menilai bahwa Israel yang terlibat dalam BoP dapat melegitimasi tindakan militer terhadap Palestina.

 "Keberadaan Israel dalam BoP bisa disalahgunakan untuk memberikan legitimasi terhadap tindakan mereka yang tidak sesuai dengan hukum internasional," ujar Ardi Manto Adiputra dari Imparsial, salah satu anggota Koalisi Masyarakat Sipil.

Koalisi ini juga mengkritik kebijakan pengiriman pasukan TNI ke Gaza yang dinilai berisiko memperburuk keterlibatan Indonesia dalam konflik Israel-Palestina. "Indonesia harus segera menarik keanggotaan dari BoP untuk menjaga posisi netral dalam relasi internasional," tambah Ardi. (jpc)

Editor : Hanif
#indonesia #as #timbal balik #kerja sama ekonomi #Presiden Prabowo #perjanjian perdagangan