PONTIANAK POST - Ahmad Sahroni resmi kembali menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai NasDem.
Melansir Jawa Pos, penetapan tersebut disepakati dalam rapat pleno pelantikan Pimpinan Komisi III DPR RI yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (19/2).
Sahroni menggantikan Rusdi Masse Mappasessu yang mundur dari Partai NasDem setelah memilih bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Pengumuman pergantian pimpinan itu disampaikan langsung oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad saat memimpin rapat.
Baca Juga: 32 Barang Mewah Ahmad Sahroni Dikembalikan Penjarah
“Pimpinan Komisi III Fraksi Partai NasDem mengalami perubahan, yang semula saudara Rusdi Masse Mappasessu digantikan Dr. H. Ahmad Sahroni, SE, M.Ikom,” kata Dasco.
Dalam forum tersebut, Dasco kemudian meminta persetujuan kepada seluruh anggota Komisi III DPR RI terkait penetapan Sahroni sebagai pimpinan.
“Hari ini saudara Ahmad Sahroni akan ditetapkan Wakil Ketua Komisi III DPR RI menggantikan saudara H. Rusdi Masse, untuk itu kami selaku pimpinan rapat akan menanyakan kepada Anggota Komisi III DPR RI, apakah saudara Dr. H. Ahmad Sahroni, SE, M.Ikom dapat disetujui sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI?” tanya Dasco.
“Setuju,” jawab para anggota Komisi III DPR RI serempak, disertai ketukan palu sebagai tanda persetujuan.
Usai ditetapkan, Sahroni menyampaikan rasa terima kasihnya. Dalam sambutannya, ia juga menyinggung pengalaman masa lalu saat dirinya pernah disidangkan oleh Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI terkait dugaan pelanggaran kode etik.
Baca Juga: Heboh! DPR Hentikan Gaji Sahroni, Uya Kuya, dan Nafa Urbach
“Terima kasih Pak Ketua dan teman-teman, rasanya aneh berkenalan lagi ya. Di sini ada MKD yang telah menyidangkan saya, semoga saya menjadi lebih baik kedepannya,” ujar Sahroni.
Sebagaimana diketahui, Sahroni sebelumnya memang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI.
Namun, pada Agustus 2025, ia dicopot dari jabatan tersebut setelah pernyataannya yang menyebut kata tolol menuai polemik publik, memicu aksi demonstrasi di DPR, serta berujung pada penjarahan rumah pribadinya di kawasan Swasembada, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Pasca pencopotan itu, Sahroni dipindahkan menjadi anggota Komisi I DPR RI. Posisi Wakil Ketua Komisi III yang ditinggalkannya kemudian diisi oleh Rusdi Masse Mappasessu.
Belakangan, Rusdi Masse menyatakan mundur dari Partai NasDem dan resmi bergabung dengan PSI. Kepindahannya diumumkan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI yang digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 29 Januari 2026.
Dengan kembalinya Ahmad Sahroni ke kursi pimpinan Komisi III, dinamika politik di parlemen kembali menjadi sorotan, terutama mengingat rekam jejak dan kontroversi yang pernah mengiringi perjalanan politiknya. (*)
Editor : Miftahul Khair