Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

4 Calon Ketua Umum PBNU Menguat Jelang Muktamar ke-35 NU 2026, Ada Cak Imin dalam Daftar

Khoiril Arif Ya'qob • Selasa, 24 Februari 2026 | 13:39 WIB

Ketum PBNU Gus Yahya dalam acara peringatan Harlah ke-100 NU pada Sabtu (31/1).
Ketum PBNU Gus Yahya dalam acara peringatan Harlah ke-100 NU pada Sabtu (31/1).

PONTIANAK POST - Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) tahun 2026, dinamika bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai menghangat. Institut Nahdliyin Nusantara (Insantara) merilis 14 nama yang dinilai berpeluang kuat memimpin PBNU pada periode mendatang.

Mengutip Antara (24/2), peneliti Insantara, Wildan Efendy, menjelaskan bahwa pemetaan kandidat dilakukan melalui riset yang terukur dan mendalam. Penentuan nama-nama tersebut tidak dilakukan secara spekulatif, melainkan berdasarkan tiga indikator utama.

“Berdasarkan hal itu, kata dia, terdapat 14 nama yang terbagi dalam empat klaster.”

Wildan menyebut, aspek yang menjadi dasar kajian meliputi tingkat popularitas figur di kalangan nahdliyin, rekam jejak kepemimpinan, serta hasil wawancara mendalam dengan pengurus dan warga NU di berbagai tingkatan.

Dua Nama Petahana dan Tokoh Nasional Masuk Bursa

Dari 14 nama yang mencuat, dua figur menjadi sorotan karena memiliki posisi strategis di tingkat nasional, yakni Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya selaku petahana Ketua Umum PBNU, serta Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang kini menjabat Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat sekaligus Ketua Umum DPP PKB.

Kehadiran dua nama tersebut dinilai memberi warna tersendiri dalam kontestasi, mengingat keduanya memiliki basis massa dan pengaruh politik yang signifikan di lingkungan NU maupun nasional.

Empat Klaster Kandidat Ketum PBNU

Insantara membagi 14 nama calon Ketua Umum PBNU ke dalam empat klaster besar berdasarkan latar belakang dan posisi struktural.

  1. Klaster Internal PBNU

Klaster ini diisi oleh figur-figur yang selama ini aktif dalam struktur pusat PBNU dan memiliki pengalaman langsung dalam pengelolaan organisasi.

  1. Klaster PWNU (Pengurus Wilayah NU)

Nama-nama ini dinilai memiliki kekuatan basis di tingkat wilayah dan jaringan struktural yang solid di daerah.

  1. Klaster Tokoh NU dan Pesantren

Kelompok ini merepresentasikan figur-figur kultural dan pengasuh pesantren yang memiliki pengaruh kuat di akar rumput nahdliyin.

  1. Klaster Tokoh Politik dan Pemerintahan

Untuk klaster ini, terdapat nama Menteri Agraria dan Tata Ruang/BPN Nusron Wahid serta Menteri Agama Nasaruddin Umar, yang dinilai memiliki pengalaman strategis di pemerintahan sekaligus kedekatan dengan komunitas NU.

Baca Juga: Harlah NU ke-103 di Ketapang: Jamhuri Amir Tekankan Peran NU dalam Merawat Persatuan dan Pembangunan

Aspirasi Kuat Lahirkan Nakhoda Baru PBNU

Menurut Wildan, dinamika jelang Muktamar ke-35 NU tidak bisa dilepaskan dari aspirasi kuat di tingkat wilayah dan cabang. Ia menilai ada dorongan signifikan untuk menghadirkan kepemimpinan baru di tubuh PBNU.

“Desakan transisi kepemimpinan PBNU yang sangat kuat dari PWNU, PCNU, dan aspirasi warga NU menjadi salah satu indikator keinginan besar lahirnya nakhoda baru di tubuh PBNU,” kata dia.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa proses pemilihan Ketua Umum PBNU bukan hanya soal figur populer, tetapi juga respons terhadap aspirasi struktural dan kultural yang berkembang di kalangan nahdliyin.

Muktamar ke-35 NU Dijadwalkan 2026

Sebelumnya, rapat pleno PBNU telah menyepakati bahwa Muktamar ke-35 NU akan digelar pada Juli atau Agustus 2026. Agenda tersebut dipastikan menjadi momentum penting dalam menentukan arah kepemimpinan dan strategi organisasi ke depan.

Dengan semakin mengerucutnya nama-nama kandidat, peta persaingan menuju kursi Ketua Umum PBNU diprediksi akan semakin dinamis.

Muktamar mendatang bukan hanya ajang suksesi kepemimpinan, tetapi juga arena konsolidasi gagasan dan masa depan organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut. (*)

Editor : Miftahul Khair
#cak imin #bursa #gus yahya #PBNU #Nahdlatul Ulama #Institut Nahdliyin Nusantara #Ketua Umum