PONTIANAK POST - Serat selama ini lebih dikenal sebagai nutrisi yang berperan dalam melancarkan pencernaan. Namun dokter rehabilitasi medik Adrian Setiaji menegaskan bahwa fungsi serat jauh lebih luas, termasuk berpengaruh langsung terhadap performa olahraga dan proses pemulihan otot.
Hal tersebut disampaikan dr. Adrian dalam diskusi kesehatan yang tayang di kanal YouTube Tirta PengPengPeng.
Ia menjelaskan bahwa pola makan rendah serat kerap menjadi faktor tersembunyi di balik keluhan pegal berkepanjangan, performa yang stagnan, hingga cedera yang mudah kambuh pada orang yang aktif berolahraga.
Menurut dr Adrian, salah satu peran penting serat adalah membantu mengontrol lonjakan gula darah setelah makan. Lonjakan gula darah yang berlebihan dapat memicu peningkatan mediator inflamasi di dalam tubuh.
Baca Juga: Orang Kaya dan Orang Miskin Berpikir Berbeda Sejak Awal, Ini yang Sering Terlewat
“Kalau gula darah naik terlalu tinggi, mediator inflamasi ikut naik. Ini bisa bikin recovery otot lebih lambat dan cedera gampang kambuh,” ujar dr. Adrian.
Inflamasi yang tidak terkontrol, lanjutnya, akan mengganggu proses perbaikan jaringan otot setelah latihan.
Akibatnya, tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih, bahkan meskipun intensitas olahraga tergolong ringan atau sedang.
Ia menambahkan, kondisi ini sering terjadi pada individu yang fokus pada latihan fisik, tetapi mengabaikan keseimbangan nutrisi, terutama asupan sayur dan buah sebagai sumber serat.
“Latihannya sudah rutin, tapi makannya kurang serat. Ini sering bikin orang merasa badannya capek terus, pegalnya nggak selesai-selesai,” jelasnya.
Baca Juga: Apakah Lari Bisa Bikin Kurus? Begini Penjelasan Dokter
Adrian menekankan bahwa performa olahraga tidak hanya ditentukan oleh program latihan, tetapi juga oleh kualitas nutrisi harian.
Tanpa dukungan asupan serat yang cukup, metabolisme energi dan pemulihan otot tidak akan berjalan optimal.
Ia pun mengingatkan bahwa membangun tubuh yang kuat dan tahan cedera membutuhkan pendekatan menyeluruh, bukan hanya dari sisi olahraga semata, tetapi juga dari pola makan yang mendukung proses biologis tubuh. (*)
Editor : Miftahul Khair