Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Mampu 40 Push-Up Tanpa Henti, Risiko Penyakit Jantung Turun hingga 96 Persen

Khoiril Arif Ya'qob • Kamis, 26 Februari 2026 | 20:00 WIB

Ilustrasi studi ungkap melakukan gerakan push up 40 kali tanpa henti dapat meningkatkan kesehatan jantung.
Ilustrasi studi ungkap melakukan gerakan push up 40 kali tanpa henti dapat meningkatkan kesehatan jantung.

PONTIANAK POST - Sebuah gerakan sederhana yang sering dianggap kuno dan terlalu mudah ternyata menyimpan pesan serius bagi kesehatan jantung.

Push-up, latihan yang bisa dilakukan di mana saja tanpa alat, disebut mampu menjadi indikator kuat risiko penyakit kardiovaskular.

Dalam tayangan edukasi kesehatan pada kanal YouTube SB30Health, disampaikan pertanyaan sederhana namun menohok:

“Biar saya tanya dulu: kamu bisa berapa push-up dalam satu kali coba tanpa berhenti? Apakah 5, 10, bisa sampai 40, atau malah nggak bisa sama sekali? Ingat-ingat angkanya ya.”

“Menurut sebuah penelitian besar yang diterbitkan di jurnal medis bergengsi JAMA Network Open, angka push-up itu bisa memprediksi risiko serangan jantung kamu,” demikian dijelaskan dalam video tersebut.

Penelitian yang dimaksud disebut bukan penelitian kecil. “Penelitian ini bukan main-main. Para peneliti mengikuti ribuan orang pemadam kebakaran pria aktif selama 10 tahun.”

Hasilnya menunjukkan hubungan yang sangat signifikan antara kemampuan push-up dan risiko penyakit kardiovaskular.

“Pria yang bisa melakukan lebih dari 40 push-up dalam satu set memiliki risiko penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung atau gagal jantung 96% lebih rendah dibandingkan yang hanya bisa melakukan kurang dari 10,” ungkap pemaparan tersebut.

Perbedaan itu disebut luar biasa. Push-up, yang selama ini identik dengan latihan otot dada dan lengan, ternyata tidak demikan.

“sudah terbukti secara klinis sebagai indikator kesehatan fungsional yang bisa memprediksi risiko kesehatan jangka panjang.”

Artinya, kemampuan mendorong berat badan sendiri berulang kali tanpa henti bukan hanya soal kekuatan otot, tetapi mencerminkan daya tahan jantung, efisiensi metabolisme, dan kondisi tubuh secara menyeluruh. Pesan yang ditekankan pun jelas.

“Jadi, intinya hari ini jangan remehkan push-up. Penelitian selama 10 tahun sudah membuktikan hubungannya dengan kesehatan jantung kamu,” pungkasnya. (*)

Editor : Miftahul Khair
#JAMA Network Open #push up #kesehatan jantung #riset #kardiovaskular