Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Masuk Barak Marinir, 2.000 ASN Disiapkan Jadi Komcad pada April 2026

Khoiril Arif Ya'qob • Jumat, 27 Februari 2026 | 13:24 WIB

Pasukan Komponen Cadangan (Komcad) TNI saat melakukan defile pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Lapangan Silang Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta.
Pasukan Komponen Cadangan (Komcad) TNI saat melakukan defile pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Lapangan Silang Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta.

PONTIANAK POST - Korps Marinir memastikan kesiapan penuh dalam melatih aparatur sipil negara (ASN) sebagai Komponen Cadangan (Komcad).

Mulai dari barak, lapangan latihan, hingga tenaga pelatih terbaik disiapkan untuk mendukung program Kementerian Pertahanan yang akan dimulai pada April 2026.

Korps Marinir menunjukkan keseriusannya dalam mendukung program pelatihan ASN menjadi Komponen Cadangan (Komcad).

Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir, Rana Karyana, menegaskan seluruh fasilitas dan perangkat pendukung telah disiapkan secara optimal.

Melansir Antara (27/2), Rana menyebut sejumlah fasilitas yang disediakan antara lain barak, lapangan latihan, ruang kelas, fasilitas kesehatan, hingga dapur lapangan.

Tak hanya sarana fisik, Korps Marinir juga menyiapkan pelatih, staf pendukung, tenaga medis, serta personel terbaik untuk mendampingi jalannya pelatihan.

“Kita juga telah lakukan penyusunan kurikulum dan jadwal latihan yang disesuaikan dengan karakteristik peserta ASN (non-militer aktif), sehingga tetap proporsional dan aman,” ujar Rana.

Ia menambahkan, standar pengamanan dan prosedur keselamatan latihan juga telah dirancang secara ketat, termasuk mitigasi risiko selama kegiatan berlangsung.

Penyesuaian untuk Peserta Sipil

Meski menggunakan standar latihan Korps Marinir, pola pelatihan akan disesuaikan dengan latar belakang peserta yang berasal dari unsur sipil.

Aspek kenyamanan dan keamanan menjadi perhatian utama agar proses pembinaan tetap efektif tanpa mengabaikan faktor keselamatan.

Rana berharap seluruh fasilitas dan materi yang telah dipersiapkan mampu mendukung pelaksanaan pelatihan secara maksimal.

 

2.000 ASN Ikuti Gelombang Pertama

Sementara itu, Kementerian Pertahanan melalui Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan, Rico Ricardo Sirait, menyampaikan bahwa sebanyak 2.000 ASN akan mengikuti pelatihan gelombang pertama.

Pelatihan akan dilaksanakan di lima lokasi pendidikan TNI, yaitu Pusdikkes, Skadik 301, Pusbahasa AU, Kodam Jaya, dan Pasmar 1.

Program ini akan dimulai pada April 2026 dan berlangsung sekitar 1,5 bulan. Materi yang diberikan mencakup dasar-dasar kemiliteran, baik teori maupun praktik.

Secara keseluruhan, Kementerian Pertahanan membuka kuota hingga 4.000 ASN untuk dua gelombang pelatihan pada 2026.

Gelombang kedua dengan jumlah peserta yang sama dijadwalkan berlangsung pada pertengahan tahun.

Hingga Kamis (26/2), tercatat sebanyak 987 ASN telah mendaftar untuk mengikuti gelombang pertama. Jumlah ini diperkirakan masih akan bertambah menjelang pelaksanaan pelatihan.

Melalui program ini, pemerintah berharap ASN memiliki semangat nasionalisme dan kesiapsiagaan yang lebih kuat dalam mengabdi kepada masyarakat dan negara. (*)

Editor : Miftahul Khair
#militer #komcad #korps marinir #asn #kementerian pertahanan