Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Prabowo Undang Mantan Presiden dan Eks Menlu ke Istana, Bahas Krisis Timur Tengah

Miftahul Khair • Rabu, 4 Maret 2026 | 15:21 WIB

Presiden Prabowo Subianto berbincang bersama sejumlah mantan presiden dan wakil presiden di Istana Jakarta, Selasa (3/3) malam.
Presiden Prabowo Subianto berbincang bersama sejumlah mantan presiden dan wakil presiden di Istana Jakarta, Selasa (3/3) malam.

PONTIANAK POST – Presiden RI Prabowo Subianto mengundang sejumlah tokoh senior, termasuk mantan presiden, wakil presiden, dan eks menteri luar negeri, untuk berdialog mengenai sikap Indonesia dalam merespons meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah.

Mantan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda mengatakan, dalam pertemuan di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa malam (3/3), Presiden memaparkan perkembangan situasi yang berpotensi berkembang menjadi konflik jangka panjang.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya menjadi dilema bagi Indonesia, tetapi juga bagi banyak negara lain. Karena itu, Presiden membuka ruang diskusi guna memperkaya perspektif dan mempertegas posisi Indonesia di tengah dinamika global.

“Masing-masing kita mencoba memberikan kontribusi pemikiran. Dan Presiden sangat terbuka untuk menanggapi usul-usul pemikiran dari para peserta,” ujar Hassan.

Baca Juga: Dino Patti Djalal Pertanyakan Sikap Indonesia atas Kematian Ayatollah Khamenei: Masihkah Politik Luar Negeri Bebas Aktif?

Ia menambahkan, Presiden menilai penting untuk mengomunikasikan tantangan eksternal tersebut karena dampaknya tidak hanya berkaitan dengan stabilitas keamanan, tetapi juga berimbas pada perekonomian global.

Salah satu risiko yang disorot adalah potensi gangguan pasokan energi, khususnya minyak dan gas bumi, apabila konflik berlangsung berkepanjangan. Situasi itu dinilai dapat memicu tekanan terhadap harga energi dunia dan memengaruhi stabilitas ekonomi nasional.

“Bapak Presiden menggambarkan bagaimana kita harus menavigasi biduk kita, bukan di antara dua karang, namun beberapa karang, dan itu tidak mudah,” kata Hassan.

Sebagaimana diketahui, ketegangan di kawasan meningkat setelah serangan yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran dalam beberapa hari terakhir.

Menanggapi eskalasi tersebut, Indonesia menyatakan penyesalan atas gagalnya jalur perundingan dan menyerukan seluruh pihak untuk menahan diri serta mengedepankan dialog dan diplomasi.

Baca Juga: Kedubes Iran Apresiasi Niat Presiden Prabowo Fasilitasi Mediasi Konflik AS–Iran demi Perdamaian Kawasan

Pemerintah juga menyatakan kesiapan untuk berkontribusi dalam memfasilitasi dialog demi mendorong terciptanya kembali situasi keamanan yang kondusif di kawasan. (*)

Editor : Miftahul Khair
#menteri luar negeri #geopolitik #presiden #Timur Tengah #prabowo #mantan #wakil presiden