PONTIANAK POST - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, menilai Presiden Prabowo Subianto menunjukkan komitmen kuat untuk berperan dalam upaya penyelesaian konflik di kawasan Timur Tengah.
Melansir Antara (6/3), komitmen tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menghadiri acara silaturahmi bersama para kiai dan tokoh organisasi kemasyarakatan Islam yang berlangsung di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis (5/3) malam.
Dalam kesempatan itu, Yahya menegaskan Indonesia memiliki posisi strategis di panggung internasional untuk membuka ruang dialog antara pihak-pihak yang tengah berkonflik di Timur Tengah.
Menurutnya, Presiden Prabowo secara tegas menyatakan kesediaannya untuk berkontribusi dalam upaya menciptakan perdamaian.
Baca Juga: Prabowo Undang Mantan Presiden dan Eks Menlu ke Istana, Bahas Krisis Timur Tengah
“Presiden menegaskan komitmennya bahwa beliau akan melakukan apa saja untuk ikut berkontribusi membantu terciptanya perdamaian dan penyelesaian konflik, terutama di Timur Tengah. Apalagi, dinamika di kawasan tersebut juga memiliki kaitan langsung dengan kepentingan domestik Indonesia,” ujar Yahya.
Ia juga menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk memainkan peran sebagai mediator komunikasi karena dianggap sebagai pihak yang dapat diterima oleh berbagai negara yang terlibat konflik.
“Alhamdulillah Indonesia, dalam hal ini Presiden Prabowo, adalah aktor yang diterima oleh semua pihak sehingga memiliki peluang untuk menjadi mediator komunikasi di antara pihak-pihak yang terlibat,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Menteri Agraria dan Tata Ruang yang juga menjabat sebagai Ketua MUI Bidang Penanggulangan Bencana, Nusron Wahid, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo juga mendorong terbukanya dialog dengan sejumlah negara di Timur Tengah.
Salah satu langkah yang tengah dijajaki adalah membuka komunikasi dengan Iran guna menciptakan ruang mediasi dalam konflik yang sedang berlangsung di kawasan tersebut.
“Prinsipnya Bapak Presiden menginginkan adanya pertemuan dengan Iran untuk membuka jalur mediasi. Iran juga membuka diri, dan langkah-langkah yang diambil Pak Presiden mendapat dukungan dari beberapa negara Timur Tengah dan negara Islam lainnya, termasuk Pakistan dan Uni Emirat Arab,” jelas Nusron.
Ia menambahkan, Presiden Prabowo bersama sejumlah pemimpin negara yang tergabung dalam kelompok delapan negara memiliki tujuan yang sama, yakni mendorong terciptanya perdamaian dan mencegah konflik di kawasan Timur Tengah semakin meluas.
“Intinya, Pak Presiden bersama para pemimpin negara dalam kelompok delapan tersebut menginginkan perdamaian. Jangan sampai perang terus berlarut, terutama di Iran maupun kawasan Teluk,” tutupnya. (*)
Editor : Miftahul Khair