Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kemarau 2026 Diperkirakan Lebih Kering dan Panjang, BMKG Sebut Puncaknya Agustus

Miftahul Khair • Jumat, 6 Maret 2026 | 15:45 WIB

SUNGAI KERING: Memasuki musim kemarau Sungai Melawi tampak kering, yang berdampak pada krisis air bersih di Kabupaten Melawi.
SUNGAI KERING: Memasuki musim kemarau Sungai Melawi tampak kering, yang berdampak pada krisis air bersih di Kabupaten Melawi.

PONTIANAK POST – Sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan akan memasuki musim kemarau 2026 lebih cepat dibandingkan rata-rata klimatologinya. Prediksi tersebut disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berdasarkan pemantauan kondisi iklim global terkini.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengatakan berdasarkan analisis BMKG, puncak musim kemarau di Indonesia diperkirakan terjadi pada Agustus 2026. Periode ini diprediksi mencakup 429 ZOM atau sekitar 61,4 persen wilayah Indonesia.

Sebagian wilayah lain diperkirakan mencapai puncak kemarau lebih awal pada Juli (12,6 persen), terutama di beberapa wilayah Sumatra, Kalimantan bagian tengah dan utara, serta sebagian kecil wilayah Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku hingga Papua bagian barat.

Memasuki Agustus, kondisi kering diprediksi meluas ke Sumatra bagian tengah dan selatan, Jawa Tengah hingga Jawa Timur, sebagian besar Kalimantan dan Sulawesi, seluruh Bali dan Nusa Tenggara, serta sebagian wilayah Maluku dan Papua.

Sementara itu, sejumlah wilayah diperkirakan mengalami puncak kemarau pada September, di antaranya sebagian Lampung, sebagian kecil wilayah Jawa, serta sebagian besar Nusa Tenggara Timur. Kondisi serupa juga diprediksi terjadi di Sulawesi bagian utara dan timur, Maluku Utara, sebagian Maluku, serta beberapa wilayah Papua.

Kemarau Cenderung Lebih Kering

BMKG memproyeksikan karakter musim kemarau tahun ini secara umum lebih kering dari kondisi normal. Sebanyak 451 ZOM atau 64,5 persen wilayah diprediksi mengalami kemarau dengan sifat bawah normal.

Sementara sekitar 245 ZOM atau 35,1 persen wilayah diperkirakan mengalami kondisi kemarau normal. Hanya tiga ZOM atau 0,4 persen wilayah yang diprediksi memiliki sifat kemarau di atas normal atau lebih basah, yakni di Gorontalo dan Sulawesi Tenggara.

“Dengan kondisi ini, durasi musim kemarau di 57,2% wilayah Indonesia diprediksi lebih panjang dari normalnya,” tambah Faisal. (*)

Editor : Miftahul Khair
#bmkg #lebih kering #Kemarau #Lebih Panjang #2026