Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kementan Ajak Warga Belanja Pangan Tanpa Panik Jelang Idulfitri

Aristono Edi Kiswantoro • Minggu, 8 Maret 2026 | 14:40 WIB

Kementerian Pertanian menggelar talkshow “Tani On Stage” di Depok untuk mengedukasi masyarakat agar berbelanja pangan secara bijak menjelang Idulfitri.
Kementerian Pertanian menggelar talkshow “Tani On Stage” di Depok untuk mengedukasi masyarakat agar berbelanja pangan secara bijak menjelang Idulfitri.

 

PONTIANAK POST – Menjelang Ramadan dan Idulfitri, pemerintah mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembelian pangan secara berlebihan.

Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan stok pangan nasional saat ini dalam kondisi aman.

Edukasi tersebut disampaikan melalui talkshow interaktif “Tani On Stage” bertema Belanja Pangan Tanpa Panik, Belanja Bijak itu Asyik! yang digelar di Area Komersial TOD Samesta Mahata Margonda, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jumat (6/3/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dilakukan pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementan, Moh. Arief Cahyono, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai upaya pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan.

“Kami berharap masyarakat memahami bahwa pemerintah terus menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, sehingga tidak perlu khawatir atau melakukan pembelian berlebihan,” ujarnya.

Talkshow tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Direktur Kewaspadaan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Nita Yulianis, Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura Kementan Freddy, serta praktisi keamanan pangan drh. Risky Aprillian.

Direktur Kewaspadaan Pangan Bapanas, Nita Yulianis, menegaskan stok pangan nasional saat ini dalam kondisi mencukupi sehingga masyarakat tidak perlu melakukan panic buying.

“Stok pangan saat ini cukup. Membeli secara berlebihan justru bisa mengganggu distribusi di pasar,” katanya.

Sementara itu, Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura Kementan, Freddy, memastikan ketersediaan komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang merah tetap mencukupi hingga setelah Idulfitri.

Menurutnya, fluktuasi harga yang terjadi belakangan ini lebih dipengaruhi faktor cuaca yang dapat memengaruhi proses panen dan distribusi.

“Secara produksi tersedia. Tantangannya lebih pada faktor cuaca yang kadang memengaruhi proses panen,” jelasnya.

Freddy juga mendorong masyarakat mengurangi pemborosan pangan dengan melakukan pengolahan sederhana di rumah, seperti membuat bumbu dasar atau pasta cabai agar lebih tahan lama.

Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam kebutuhan dapur seperti cabai.

Dari sisi keamanan pangan, praktisi keamanan pangan drh. Risky Aprillian mengingatkan pentingnya perencanaan belanja dan pengelolaan makanan yang baik, terutama untuk produk pangan asal hewan.

Ia juga menekankan pentingnya memahami konsep ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) dalam memilih pangan agar kualitas dan keamanan konsumsi masyarakat tetap terjaga.

Sementara itu, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menegaskan stok pangan nasional hingga Maret 2026 masih dalam kondisi aman.

“Insya Allah pangan kita aman. Pemerintah terus menjaga produksi dan distribusi agar kebutuhan masyarakat, khususnya menjelang Idulfitri, tetap terpenuhi,” ujarnya.

Pemerintah berharap masyarakat dapat berbelanja secara bijak dan tidak berlebihan agar stabilitas pasokan pangan tetap terjaga selama Ramadan dan Idulfitri. **

 

 

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#Idulfitri #pangan #Kementan