Usai Aksi Jogetnya Viral, Mitra MBG Hendrik Irawan Minta Maaf: Akui Bangun Dapur SPPG Rp3,5 Miliar Belum Balik Modal
Miftahul Khair• Rabu, 25 Maret 2026 | 13:41 WIB
Mitra MBG yang joget-joget, Hendrik Irawan, mengklarifikasi tentang aksi viralnya.
PONTIANAK POST – Mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG), Hendrik Irawan, akhirnya buka suara usai videonya berjoget sambil menyebut insentif Rp6 juta per hari viral di media sosial.
Dalam klarifikasi yang diunggah pada Selasa (24/3/2026), Hendrik menyampaikan permintaan maaf sekaligus meluruskan informasi yang beredar. Ia menegaskan bahwa insentif tersebut bukan keuntungan bersih, melainkan bagian dari skema operasional yang diatur dalam petunjuk teknis oleh Badan Gizi Nasional.
Menurutnya, ia membangun dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari nol menggunakan dana pribadi, tanpa bantuan pemerintah.
“Kami membangun dapur hampir 1.000 meter persegi, semuanya dari uang pribadi, bukan dari pemerintah,” ujarnya.
Terkait aksi joget yang viral, Hendrik menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat karena dinilai menimbulkan kegaduhan, terlebih di momen Lebaran.
“Jika ada kata yang menyakiti, saya mohon maaf, apalagi ini masih suasana Idulfitri,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan permintaan maaf secara khusus kepada Presiden Prabowo Subianto karena aksinya dinilai kurang pantas dikaitkan dengan program pemerintah.
Video Viral dan Langkah Hukum
Hendrik menjadi sorotan setelah videonya berjoget dengan narasi menerima insentif Rp6 juta per hari beredar luas dan menuai kritik warganet. Bahkan, video tersebut turut diparodikan oleh sejumlah akun media sosial.
Merasa dirugikan, ia berencana menempuh jalur hukum dengan melaporkan dua akun Instagram ke Polres Cimahi, Jawa Barat, yang dianggap menyebarkan video tanpa izin serta memberikan komentar bernada penghinaan.
Ia menegaskan bahwa video tersebut disertai narasi yang tidak sesuai dengan konteks sebenarnya.
“Video itu diberi narasi seolah saya bersenang-senang menerima uang, padahal tidak seperti itu,” tegasnya. (*)