PONTIANAK POST – Musim mudik Lebaran selalu membawa lonjakan aktivitas di kota-kota jalur utama, termasuk Semarang.
Selain menjadi tempat singgah, kota ini juga dikenal sebagai tujuan berburu oleh-oleh, dengan salah satu nama yang cukup lekat di ingatan pemudik: Bandeng Juwana Elrina.
Usaha yang dirintis sejak 1981 itu kini berkembang menjadi salah satu pusat oleh-oleh, dengan produk utama bandeng presto yang tetap dipertahankan sebagai identitas. Bagi banyak pemudik, singgah untuk membeli bandeng menjadi bagian dari tradisi perjalanan.
Generasi penerus usaha, Jason Nathaniel Kusmadi, menceritakan bahwa bisnis ini berawal dari upaya sederhana keluarga yang ingin membangun usaha mandiri.
Awalnya, usaha dijalankan dalam skala kecil di depan rumah. Seiring waktu, permintaan meningkat hingga akhirnya berkembang menjadi toko oleh-oleh beberapa tahun kemudian.
Perkembangan usaha tidak hanya bertumpu pada satu produk. Meski bandeng presto tetap menjadi andalan, variasi produk terus ditambah untuk menjawab persaingan pasar.
Selain berbagai olahan bandeng, kini tersedia pula produk lain seperti wingko babat, lumpia, tahu bakso, hingga bakpia.
“Kalau hanya mengandalkan satu produk, tentu sulit bersaing. Karena itu, inovasi terus dilakukan,” ujarnya.
Selain memperluas lini produk, usaha ini juga membuka ruang bagi pelaku UMKM lokal untuk menitipkan produknya. Beragam makanan khas seperti moci, jenang, hingga keripik turut melengkapi etalase, menjadikan toko ini sebagai pusat oleh-oleh dalam satu tempat.
Konsep tersebut dinilai memudahkan pengunjung, terutama saat musim mudik ketika kebutuhan oleh-oleh meningkat dalam waktu singkat. Di sisi lain, kolaborasi dengan Bank Rakyat Indonesia turut mendukung pengembangan usaha, mulai dari akses pembiayaan hingga pendampingan pengelolaan bisnis.
Fasilitas tambahan seperti area khusus produk UMKM dan berbagai program promosi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengalaman belanja bagi pengunjung.
Menariknya, puncak kunjungan ke toko ini justru terjadi setelah Idulfitri, terutama saat arus balik.
“Biasanya orang mampir saat perjalanan pulang, sekalian membawa oleh-oleh,” kata Jason.
Secara terpisah, Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyebut dukungan terhadap pelaku usaha menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi berbasis UMKM.
Menurutnya, akses pembiayaan dan pendampingan diharapkan dapat membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas, sekaligus memperluas dampak ekonomi di daerah. (mse)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro