PONTIANAK POST - Unggahan akun Jaringan Gusdurian di platform X pada Rabu (1/4) menjadi sorotan publik.
Dalam unggahan tersebut, mereka menyoroti kebijakan penghematan negara melalui WFH ASN yang diklaim menghemat Rp6 triliun, namun dibandingkan dengan proyek lain yang dinilai jauh lebih besar.
Krisis energi dan ekonomi global disebut mulai berdampak pada berbagai negara, termasuk Indonesia. Salah satu langkah yang diambil pemerintah adalah mendorong efisiensi anggaran, termasuk kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN).
Dalam unggahannya, Gusdurian menyoroti kebijakan WFH setiap hari Jumat selama dua bulan yang disebut mampu menghemat anggaran negara hingga Rp6 triliun.
Baca Juga: WFH ASN Setiap Jumat Resmi Berlaku, Pemerintah Pastikan Harga BBM Bersubsidi Tetap Stabil
“Krisis energi dan ekonomi dirasakan warga dunia. Di Indonesia, strategi penghematan juga mulai dilakukan, salah satunya melalui WFH bagi ASN,” tulis akun tersebut.
Mereka melanjutkan, “WFH tiap hari Jumat selama 2 bulan disebut menghemat pengeluaran negara hingga 6T.”
Namun, unggahan tersebut juga mengandung kritik tajam dengan membandingkan angka penghematan tersebut dengan sejumlah proyek lain yang dianggap lebih besar nilainya.
“Dulu angka 6T terlihat sangat besar. Tapi setelah ada proyek MBG dan Kopdes jadi terlihat kecil sekali,” lanjutnya.
Sebagai penutup, akun tersebut menyisipkan peribahasa bernada sindiran. “Ibarat pepatah ‘bakteri di seberang laut terlihat, dinosaurus di pelupuk mata tak terlihat’,” pungkasnya. (*)
Editor : Miftahul Khair