PONTIANAK POST - Pernyataan mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal di X pada (1/4) memicu perdebatan luas. Ia menyebut Amerika Serikat nyaris tidak mendapat dukungan internasional dalam konflik dengan Iran, kecuali dari Israel.
Dalam unggahannya, Dino Patti Djalal secara terbuka menyampaikan kritik tajam kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait posisi global negaranya dalam konflik dengan Iran.
“President @realDonaldTrump, do you realize that, other than Israel, NO country is rooting for the US in your present war against Iran,” tulisnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa, menurut Dino, Amerika Serikat saat ini berada dalam posisi yang relatif terisolasi di panggung internasional. Ia menyebut bahwa dukungan tidak datang dari berbagai kelompok negara penting.
Baca Juga: AS Siapkan Opsi Invasi Darat ke Iran, Risiko Konflik Besar dan Perang Berkepanjangan Meningkat
“Not your allies, not Gulf states, not countries in the Global South, not other permanent members of UN Security Council.”
Dalam bagian ini, Dino menyoroti bahwa bahkan negara-negara sekutu tradisional AS, negara-negara Teluk, hingga anggota tetap Dewan Keamanan PBB tidak menunjukkan dukungan terhadap langkah Washington dalam konflik tersebut.
Ia juga secara spesifik menyebut Indonesia sebagai negara yang tidak berpihak pada posisi AS.
“Not Indonesia, and most importantly, not the majority of the American people,” tutupnya.
Pernyataan tersebut memperluas kritiknya dengan menambahkan bahwa bukan hanya komunitas internasional, tetapi juga mayoritas rakyat Amerika sendiri dinilai tidak mendukung kebijakan tersebut.
Secara keseluruhan, pernyataan Dino menggambarkan persepsi bahwa kebijakan luar negeri AS dalam konflik ini tidak memiliki legitimasi luas, baik secara global maupun domestik.
Unggahan tersebut pun memicu beragam reaksi dari warganet. Sebagian menilai pernyataan Dino sebagai bentuk keberanian dalam menyuarakan pandangan strategis Indonesia di kancah global.
“Pernyataan seperti ini seharusnya keluar dari Kemenlu. TEGAS, KERAS, MENOHOK, apa adanya. Kita tau kualitas dan kapasitas kemlu kita saat ini seperti apa,” tulis salah satu warganet.
Diskursus yang muncul menunjukkan tingginya perhatian publik terhadap posisi Indonesia dalam isu geopolitik global, sekaligus harapan agar diplomasi nasional lebih tegas dalam merespons konflik internasional yang berdampak luas. (*)
Editor : Miftahul Khair