Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Paskah di Bawah Bayang Gempa: Sehari 422 Gempa Susulan, Plafon Gereja Runtuh Jelang Misa

Hanif • Sabtu, 4 April 2026 | 12:07 WIB
RUSAK AKIBAT GEMPA: Plafon Gereja Katolik BHKY Rumengkor di Minahasa yang runtuh akibat gempa. Kerusakan terjadi sekitar pukul 06.48 WITA, Kamis (2/3) jelang Misa Kamis Putih. Kerusakan ini mengganggu rangkaian ibadah Pekan Suci Paskah. (JAWA POS)
RUSAK AKIBAT GEMPA: Plafon Gereja Katolik BHKY Rumengkor di Minahasa yang runtuh akibat gempa. Kerusakan terjadi sekitar pukul 06.48 WITA, Kamis (2/3) jelang Misa Kamis Putih. Kerusakan ini mengganggu rangkaian ibadah Pekan Suci Paskah. (JAWA POS)

PONTIANAK POST – Umat Kristiani di Sulawesi Utara dan Maluku Utara menjalani Pekan Suci Paskah tahun ini dalam suasana yang berbeda. Setelah gempa berkekuatan 7,6 SR mengguncang wilayah perairan kedua provinsi tersebut, warga kini harus menghadapi rentetan gempa susulan yang terus terjadi.

Upaya rehabilitasi pascagempa pun diwarnai tantangan berat. Penyebabnya, hingga Jumat kemarin (3/4), rentetan gempa susulan masih terus terjadi. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tercatat sudah terjadi 422 gempa susulan.

”Gempa susulan terbesar dengan magnitudo 5,8 SR dan yang terkecil magnitudo 1,7 SR," ujar Plt Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono kemarin (3/4). Gempa terakhir terjadi pada Jumat (3/4) pukul 08.44 WIT dengan kekuatan 5,2 SR yang berpusat di laut sekitar 100 km arah barat laut Ternate. ”Titik gempa kedalaman 13 kilometer," paparnya.

Di bagian lain, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto memastikan pemerintah akan membantu perbaikan rumah warga yang rusak akibat gempa. ”Polanya sama seperti di daerah bencana lain. Rumah rusak ringan dan sedang akan diperbaiki, sementara yang rusak berat akan diganti,” katanya saat mengunjungi area terdampak gempa di Kota Manado.

Sebaran Dampak

Di bagian lain, berdasarkan pembaruan pendataan hingga kemarin (3/4), gempa tersebut menyebabkan satu warga di Kota Manado meninggal dunia. Sementara itu, di Kabupaten Minahasa terdapat satu warga yang mengalami luka-luka.

Di Provinsi Maluku Utara, berdasarkan pendataan, terdapat 32 rumah rusak berat, 36 rusak sedang, dan 66 rusak ringan, serta enam fasilitas ibadah terdampak di Kota Ternate. Sedangkan di Kota Tidore Kepulauan terdapat 25 rumah rusak ringan, lima fasilitas ibadah, dan satu fasilitas umum terdampak.

Dampak gempa dirasakan 134 KK di Kota Ternate, tujuh KK di Halmahera Tengah, lima KK di Halmahera Barat, dan dua KK di Halmahera Selatan. ”Selain itu, 355 warga di Kota Tidore Kepulauan mengungsi," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari kemarin (3/4).

Proses pendataan dampak gempa di wilayah Sulawesi Utara juga terus berlangsung. Data terakhir menyebutkan terdapat satu unit hotel, lima kantor, dan satu fasilitas umum (Gedung KONI) di Kota Manado yang mengalami kerusakan.

Di Kabupaten Minahasa, tercatat 17 rumah, satu kantor pemerintahan, dua fasilitas ibadah, dan satu akses jalan terdampak. "Proses pendataan masih terus berlangsung," ujarnya.

Sementara itu, di Kabupaten Halmahera Selatan terdapat dua rumah, satu fasilitas pendidikan, serta satu jembatan yang mengalami kerusakan. Di Kabupaten Halmahera Tengah terdapat dua rumah rusak berat dan lima rumah rusak sedang. ”Sementara di Kabupaten Halmahera Barat terdapat lima rumah rusak ringan. BPBD setempat melakukan penanganan darurat di lokasi kejadian," ujarnya.

 

Plafon Gereja Runtuh Jelang Misa

Dampak gempa juga dirasakan langsung oleh umat yang tengah bersiap menjalani rangkaian ibadah Pekan Suci di berbagai gereja di Sulut dan Malut. Salah satu bangunan yang terdampak cukup serius adalah Gereja Bunda Hati Kudus Yesus (BHKY) Rumengkor.

Plafon di dalam gereja tersebut dilaporkan runtuh akibat guncangan hebat yang terjadi sekitar pukul 06.48 WITA, Kamis (2/3) jelang Misa Kamis Putih. Beruntung, saat kejadian bangunan dalam keadaan kosong sehingga tidak ada korban jiwa.

Kerusakan ini terjadi pada waktu yang krusial. Umat Katolik di Rumengkor tengah bersiap menjalankan rangkaian Pekan Suci, termasuk Misa Kamis Putih yang dijadwalkan berlangsung pada malam hari pukul 20.00 WITA.

Beberapa bagian plafon terlihat jatuh berserakan di dalam gereja. Menyikapi kondisi tersebut, pengurus gereja bersama umat segera melakukan pengecekan menyeluruh terhadap struktur bangunan guna memastikan keamanan sebelum ibadat dimulai. (idr/ris)

Editor : Hanif
#gempa susulan #gereja #bmkg #gempa #paskah