Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Beli Gas Elpiji 3 Kg Harus Pakai Sidik Jari? Usulan DPR Ini Picu Pro-Kontra Publik

Khoiril Arif Ya'qob • Selasa, 7 April 2026 | 14:32 WIB
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, mengusulkan penggunaan sistem verifikasi biometric seperti sidik jari hingga retina mata dalam pembelian gas elpiji 3 kg. (PDIP JATIM)
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, mengusulkan penggunaan sistem verifikasi biometric seperti sidik jari hingga retina mata dalam pembelian gas elpiji 3 kg. (PDIP JATIM)

 

PONTIANAK POST - Wacana pembelian gas elpiji 3 kilogram (kg) menggunakan verifikasi biometrik mencuat dari parlemen. Skema ini disebut-sebut sebagai solusi untuk mengakhiri kebocoran subsidi yang selama ini kerap salah sasaran.

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, mengusulkan penggunaan sistem verifikasi biometric seperti sidik jari hingga retina mata dalam pembelian gas elpiji 3 kg.

Langkah ini dinilai dapat memastikan subsidi energi benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak.

Menurut Said, selama ini distribusi elpiji bersubsidi masih menyisakan persoalan klasik, yakni tidak tepat sasaran. Ia menegaskan bahwa pendekatan berbasis data saja belum cukup untuk menutup celah penyalahgunaan.

Baca Juga: Operasi Pasar Elpiji Digelar, Pemkab Kubu Raya Jaga Harga Tetap Sesuai HET

“Yang diperlukan justru adalah subsidi Elpiji 3 kg itu harus tepat sasaran, targeted,” ujar Said di Gedung DPR RI, dikutip dari Radar Bogor (7/4).

Ia pun mendorong pemerintah untuk mengadopsi sistem yang lebih ketat dan berlapis.

Salah satu opsinya adalah dengan memanfaatkan teknologi biometrik sebagai alat verifikasi penerima subsidi.

“Caranya bukan sekadar semata-mata pemerintah punya data sentral, tetapi juga lakukanlah berulang kali saya bolak-balik (sarankan) dengan sidik jari atau retina mata bagi orang yang berhak untuk mendapatkan tabung elpiji 3 kg,” tambahnya.

Usulan ini langsung memantik perhatian publik. Di satu sisi, langkah tersebut dianggap sebagai terobosan untuk menekan kebocoran subsidi.

Baca Juga: Indonesia Dinilai Masuki Fase Krisis Energi, Dampak BBM Merembet ke LPG dan Pupuk

Namun di sisi lain, muncul kekhawatiran terkait kesiapan infrastruktur, perlindungan data pribadi, hingga potensi menyulitkan masyarakat kecil dalam mengakses kebutuhan dasar.

Pemerintah sendiri hingga kini belum memberikan tanggapan resmi terkait wacana tersebut.

Namun jika direalisasikan, sistem biometrik ini berpotensi menjadi salah satu perubahan besar dalam tata kelola distribusi energi bersubsidi di Indonesia. (*)

Editor : Miftahul Khair
#beli gas elpiji wajib sidik jari dan retina #usulan dpr #picu pro dan kontra