Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Kaget di Malam Pertama, Pengantin Baru di Malang Saling Lapor Polisi Usai Ungkap Identitas Pasangan

Hanif • Sabtu, 11 April 2026 | 10:33 WIB
TUNJUKKAN BUKTI: Rey memperlihatkan percakapan WhatsApp dengan Intan yang, menurutnya, menunjukkan bahwa Intan telah mengetahui identitasnya sebagai perempuan sebelum pernikahan berlangsung.  (RADAR MALANG)
TUNJUKKAN BUKTI: Rey memperlihatkan percakapan WhatsApp dengan Intan yang, menurutnya, menunjukkan bahwa Intan telah mengetahui identitasnya sebagai perempuan sebelum pernikahan berlangsung. (RADAR MALANG)

PONTIANAK POST - Pernikahan siri Intan Anggraeni dan Erfastino Reynaldi Malawat memicu polemik. Keduanya kini saling lapor ke polisi dengan versi cerita yang berbeda.

Pernikahan siri antara Intan Anggraeni dan Erfastino Reynaldi Malawat yang baru berlangsung hitungan hari mendadak berubah menjadi polemik dan saling lapor ke polisi. Kedua pihak menyampaikan versi berbeda tentang satu hal paling mendasar: apakah Intan sudah mengetahui identitas Rey sebagai perempuan sebelum mereka menikah.

Intan mengaku baru mengetahui fakta tersebut pada malam pertama setelah pernikahan. Namun, Rey membantah keras. Menurutnya, Intan sudah mengetahui identitasnya sejak awal mereka berkenalan.

“Maminya dia di karaoke sudah memberi tahu kalau identitasku perempuan,” kata Rey—sapaan akrab Erfastino Reynaldi Malawat—kepada Radar Malang (Grup Pontianak Post) di Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (9/4) malam.

Intan dan Rey pertama kali bertemu di sebuah tempat karaoke di Kota Batu, tempat Intan bekerja sebagai pemandu lagu. Kedekatan mereka berkembang cepat hingga akhirnya memutuskan menikah secara siri pada 3 April di rumah orang tua Intan di kawasan Blimbing, Kota Malang.

Menurut versi Intan, ia baru mengetahui identitas Rey pada malam pertama setelah pernikahan berlangsung. Merasa tertipu, perempuan berusia 28 tahun itu kemudian melaporkan “suaminya” ke Polresta Malang Kota pada Rabu (8/4).

Tak lama berselang, Rey yang berusia 36 tahun juga melaporkan balik Intan ke Polres Batu pada hari yang sama. Rey menyebut sejak awal keduanya sebenarnya sudah saling mengetahui identitas masing-masing, bahkan keluarga dari kedua belah pihak juga telah diperkenalkan. Dalam masa pendekatan yang berlangsung sekitar sepekan itu, hubungan mereka semakin dekat.

Beberapa hari setelah berkenalan, Intan sempat jatuh sakit. Meski tidak parah, Rey mengaku membawanya ke fasilitas kesehatan terdekat sebagai bentuk kepedulian. Dari situ pula, menurut Rey, Intan mulai menunjukkan perasaan lebih.

Perempuan kelahiran Manado, Sulawesi Utara, itu mengaku tidak terlalu intens merespons pesan Intan saat awal komunikasi. “Setiap chat saya cenderung cuek dan lama membalas,” ujarnya.

Bukan Konsultan Proyek

Dalam keterangannya kepada Radar Malang Grup Jawa Pos, Intan juga menyebut Rey mengaku bekerja sebagai konsultan proyek sekaligus pemilik agensi Libra yang bermitra dengan aplikasi Bigo. Namun, Rey membantah klaim tersebut.

Dia menegaskan tidak pernah mengatakan dirinya konsultan proyek. Rey menyebut hanya bekerja di sebuah agensi yang bekerja sama dengan aplikasi Bigo.

Untuk latar belakang keluarga, Rey membenarkan dirinya merupakan anak tiri dari salah seorang anggota legislatif di Makassar. Meski demikian, ia juga mengaku sudah memperkenalkan keluarganya yang tinggal di Kota Batu kepada Intan.

Selama menjalin hubungan, Rey mengaku kerap membantu menyelesaikan persoalan keuangan Intan. Ia mengatakan beberapa kali melunasi utang Intan yang, menurut pengakuannya, sering ditagih oleh bank titil di tempat kerja. “Dia cerita kondisinya yang menjadi tulang punggung keluarga,” ujar Rey.

Selain membantu melunasi utang, Rey juga mengaku pernah memberikan sejumlah barang kepada Intan, seperti tas, sepatu, hingga telepon genggam jenis iPhone. Seiring waktu, menurut Rey, Intan mulai memberi isyarat agar hubungan mereka menjadi lebih serius. Hal itu terlihat dari beberapa video bertema pernikahan yang kerap dikirim Intan melalui TikTok.

Rey bahkan sempat menyampaikan rencananya untuk menjalani operasi di Thailand agar secara fisik bisa menjadi laki-laki sepenuhnya jika memang berjodoh dengan Intan. Namun, rencana tersebut ditolak karena Intan mengaku takut naik pesawat.

Versi tersebut berbeda dengan pengakuan Intan. Ia menyebut rencana ke Thailand sebenarnya untuk mengobati kakinya yang sakit akibat kekerasan dalam rumah tangga pada pernikahan sebelumnya.

Liburan Sebelum Menikah

Sebelum menikah, Rey mengatakan mereka sempat berlibur bersama ibu dan adik Intan. Hubungan keluarga pun disebut sudah cukup dekat. Pada awal April, Rey mengaku mendapat kabar duka dari keluarganya. Saat itulah, menurutnya, Intan dan keluarganya seolah meminta agar pernikahan segera dilangsungkan. Akhirnya, keduanya menikah secara siri pada 3 April lalu.

Namun lagi-lagi, Intan memiliki cerita berbeda. Ia menyebut Rey yang justru mendesak agar pernikahan dipercepat. Bahkan, menurut Intan, Rey sempat menjanjikan pesta pernikahan mewah dengan gaun rancangan desainer ternama Ivan Gunawan serta hiburan dari sejumlah musisi populer seperti Judika dan NDX A.K.A.

Rey kembali membantah pernyataan tersebut. Ia menegaskan seluruh persiapan pernikahan justru dilakukan oleh keluarga Intan dan ia tidak pernah menjanjikan pesta mewah, apalagi hingga menghadirkan mobil Lamborghini.

Polemik yang kini bergulir membuat Rey merasa dirugikan. Karena itu ia melaporkan Intan ke Polres Batu. Rey juga mempertimbangkan untuk melaporkan dugaan tindak kekerasan yang, menurutnya, pernah dilakukan Intan selama mereka menjalin hubungan. Kasus ini kini tengah ditangani aparat kepolisian dari dua wilayah berbeda setelah kedua pihak sama-sama mengajukan laporan. (jpc)

Editor : Hanif
#pernikahan siri #penipuan #Pengantin Baru #lapor polisi #Malang