Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Dedi Mulyadi Jawab Tantangan Wagub Kalbar: Mohon Maaf, Tidak Ada Maksud Membandingkan

Miftahul Khair • Sabtu, 11 April 2026 | 14:39 WIB
Gubernur Jawa barat Dedi Mulyadi merespon tantangan Wagub Kalbar Krisantus Kurniawan. (DOK PONTIANAK POST)
Gubernur Jawa barat Dedi Mulyadi merespon tantangan Wagub Kalbar Krisantus Kurniawan. (DOK PONTIANAK POST)

 

PONTIANAK POST – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, angkat bicara terkait tantangan yang dilontarkan Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan. Respons itu disampaikan melalui akun media sosial resminya pada Sabtu (11/4).

Dalam pernyataannya, Dedi menegaskan bahwa selama ini dirinya tidak pernah berniat membandingkan pembangunan di Jawa Barat dengan Kalimantan Barat. Ia menyebut, fokus utamanya adalah mengoptimalkan potensi daerah yang dipimpinnya.

”Terima kasih atas doa yang tercurah dan untuk seluruh stakeholder di Provinsi Kalimantan Barat, kami mohon maaf, karena selama ini kami hanya memaksimalkan potensi pembangunan yang ada di daerah kami tanpa maksud memperbandingkan,” tulisnya.

Baca Juga: Warganet Bandingkan dengan Jabar, Krisantus: Kalau Bisa Bangun Kalbar dengan Rp6 Triliun, Saya Cium Lututnya

Gubernur yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) itu menambahkan, setiap langkah pembangunan yang dilakukan semata-mata sebagai bentuk kontribusi pemikiran, gagasan, dan inovasi untuk kemajuan Jawa Barat.

Ia juga menekankan bahwa seluruh upaya tersebut dijalankan dalam kapasitasnya sebagai kepala daerah, tanpa keinginan untuk membandingkan ataupun dibandingkan dengan provinsi lain.

”Buat bapak wagub Kalbar, saya mengucapkan terima kasih atas tantangannya. Mohon maaf, saya selama ini melaksanakan kegiatan pembangunan di Jawa Barat tidak ada maksud untuk diperbandingkan dengan daerah lain. Kami juga memahami setiap daerah punya tantangannya sendiri-sendiri dan persoalan fiskal,” ucap Dedi Mulyadi.

Baca Juga: Dorong Pelaku Usaha Peduli Pembangunan Daerah, Wagub Krisantus Buka Musrenbang Kabupaten Melawi

Lebih lanjut, Dedi mengaku memahami kompleksitas persoalan yang dihadapi daerah lain di Indonesia, termasuk Kalimantan Barat. Ia menyoroti luas wilayah Kalbar yang jauh lebih besar dengan keterbatasan kemampuan fiskal.

Sebagai bentuk empati, ia kembali menyampaikan permohonan maaf apabila berbagai program pembangunan di Jawa Barat dinilai menyinggung daerah lain.

”Kami juga memahami betapa beratnya daerah-daerah dengan luas yang seluas Kalbar, dengan keterbatasan fiskal, saya juga mohon maaf apabila yang dilakukan di Jawa Barat menyinggung daerah lain,” ujarnya.

Sebelumnya, pernyataan Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menjadi sorotan di media sosial setelah merespons komentar warganet yang membandingkan pembangunan di Kalbar dan Jawa Barat.

“Kalau bahasa Jawa, ojo dibanding-bandingke. Kalimantan Barat tidak bisa dibandingkan dengan Jawa Barat,” ujar Krisantus.

Ia menjelaskan, luas wilayah Kalimantan Barat mencapai sekitar 171 ribu kilometer persegi, lebih dari tiga kali lipat Jawa Barat, namun dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) hanya sekitar Rp6 triliun.

Baca Juga: KDM Geram sampai Gebrak Meja, Ungkap Fakta Baru Penjual Es Gabus Viral soal Kondisi Hidup

“Semakin luas wilayah, semakin besar pula beban biaya pembangunan. Itu yang harus dipahami,” tegasnya.

Krisantus juga sempat menanggapi usulan warganet yang menyarankan Dedi Mulyadi memimpin Kalbar untuk sementara waktu.

“Ayo bertukar, saya mau lihat kalau dengan anggaran Rp6 triliun bisa membangun Kalbar. Kalau bisa, saya cium lututnya,” katanya. (*)

Editor : Miftahul Khair
#gubernur jawab #tantangan #Krisantus Kurniawan #Wagub Kalbar #dedi mulyadi