Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pertamina Selamatkan Ikan Belida dan Ekonomi Warga Sungai Musi

Aristono Edi Kiswantoro • Senin, 13 April 2026 | 22:01 WIB
Program Belida Musi Lestari Pertamina Patra Niaga membantu pemulihan ikan Belida sekaligus meningkatkan ekonomi nelayan Sungai Musi.
Program Belida Musi Lestari Pertamina Patra Niaga membantu pemulihan ikan Belida sekaligus meningkatkan ekonomi nelayan Sungai Musi.

 

PONTIANAK POST - Upaya menyelamatkan ekosistem Sungai Musi sekaligus mengangkat ekonomi masyarakat bantaran sungai kini menunjukkan hasil nyata setelah PT Pertamina Patra Niaga menjalankan program Belida Musi Lestari yang mampu meningkatkan pendapatan warga hingga ratusan persen.

Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tersebut menjadi langkah strategis dalam melindungi ikan endemik Belida sekaligus membangun kemandirian ekonomi masyarakat di Sumatera Selatan.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun mengatakan program Belida Musi Lestari telah dijalankan sejak 2022 melalui Kilang Pertamina Plaju.

Ancaman Kepunahan Ikan Belida

Program ini lahir sebagai respons atas ancaman kepunahan ikan Belida yang semakin meningkat akibat praktik penangkapan yang tidak terkendali.

Kerusakan ekosistem Sungai Musi juga memicu degradasi lingkungan yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat bantaran sungai.

Menurut Roberth, Sungai Musi bukan sekadar ikon Sumatera Selatan, tetapi juga menjadi urat nadi kehidupan, sejarah, dan identitas budaya masyarakat setempat.

Ikan Belida sendiri telah menjadi bagian penting budaya kuliner daerah karena digunakan sebagai bahan utama pempek khas Sumatera Selatan.

Nelayan Sempat Terjebak Kerentanan Ekonomi

Kerusakan ekosistem membuat nelayan dan pembudidaya ikan mengalami tekanan ekonomi serius.

Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPi) bahkan tercatat hanya 95,53, menandakan kondisi ekonomi yang belum sehat.

Situasi ini sempat terlihat jelas di Kampung Perikanan Sungai Gerong yang mengalami fenomena “gulung waring”, yaitu kegagalan usaha budidaya karena tidak mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan.

Lima Pilar Kemandirian Perikanan

Untuk mengatasi persoalan tersebut, program Belida Musi Lestari dijalankan melalui pendekatan ekosistem perikanan berdikari yang terdiri dari lima pilar utama.

Pilar pertama adalah berdikari benih untuk memastikan ketersediaan benih ikan secara mandiri.

Kedua adalah berdikari proses yang menekankan tata kelola budidaya ikan secara efisien.

Ketiga adalah berdikari pakan melalui inovasi pengolahan pakan mandiri guna menekan biaya produksi.

Keempat adalah berdikari produk yang berfokus pada hilirisasi perikanan menjadi produk bernilai tambah.

Terakhir adalah berdikari pengetahuan melalui transfer ilmu dan pelatihan kepada masyarakat.

Menurut Roberth, pendekatan ini membangun konsep sustainable fisheries yang mampu memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan.

Program ini juga tidak sekadar memberikan bantuan sementara, tetapi membangun sistem ekonomi perikanan yang mandiri dari hulu hingga hilir.

Hasilnya, kini telah terbentuk 30 sentra perikanan terintegrasi di kawasan tersebut.

Pendapatan Warga Naik 809 Persen

Dampak sosial ekonomi program mulai terlihat secara signifikan.

Program ini telah melibatkan 307 warga dari delapan kelompok rentan secara inklusif.

Dari sisi ekonomi, penjualan ikan meningkat drastis hingga 809 persen atau sekitar Rp750 juta.

Sementara dari sisi lingkungan, program ini berhasil mengolah 36 ton sampah makanan menjadi pakan ikan berbasis pellet food waste.

Menurut Roberth, angka tersebut menjadi simbol meningkatnya kesejahteraan keluarga nelayan di bantaran Sungai Musi.

Konservasi Ikan Belida dan Pendidikan Perikanan

Program Belida Musi Lestari juga berhasil mengonservasi empat jenis ikan Belida khas Sumatera Selatan yang sebelumnya terancam punah.

Untuk memastikan keberlanjutan program, Pertamina juga membangun Pusat Pembelajaran Masyarakat yang menyediakan dua model pembelajaran dan 18 kelas edukasi perikanan.

Keberhasilan program ini mendapat apresiasi dari berbagai pemangku kepentingan.

Hal itu tercermin dari Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 98,26 persen dengan kategori sangat puas.

Survei Exit Readiness & Sustainability Score juga menunjukkan angka 81,77 yang menandakan masyarakat siap mengelola program secara mandiri di masa depan.

Efektivitas investasi sosial program ini juga tercermin dari nilai SROI (Social Return on Investment) sebesar 1,76.

Artinya, setiap investasi program mampu menghasilkan manfaat sosial dan ekonomi berlipat bagi masyarakat.

Dukungan pada Target SDGs

Program Belida Musi Lestari juga menjadi bagian dari kontribusi Pertamina Patra Niaga dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang dicanangkan PBB.

Program ini mencakup berbagai aspek seperti kesetaraan gender, pekerjaan layak, pertumbuhan ekonomi, kota berkelanjutan, hingga perlindungan ekosistem darat.

“Program Belida Musi Lestari membuktikan bahwa kerusakan lingkungan dapat diatasi melalui kolaborasi dan inovasi,” kata Roberth.

Menurutnya, integrasi konservasi ikan Belida dan pemberdayaan ekonomi masyarakat mampu membangun ketahanan ekonomi warga sekaligus menyelamatkan ekosistem Sungai Musi. **

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#Pertamina Belida Musi Lestari #ikan belida Sungai Musi #ekonomi nelayan Sumsel #program TJSL Pertamina #konservasi ikan belida