PONTIANAK POST - Polemik pernikahan sejenis di Kota Malang kembali memanas setelah pihak Intan Anggraeni melaporkan lagi Erfastino Reynaldi Malawat alias Rey atau Yupy Rere ke polisi atas dugaan pencemaran nama baik.
Kasus tersebut bermula dari pengakuan Intan yang menyebut baru mengetahui identitas asli Rey pada malam pertama setelah pernikahan.
Intan mengaku baru mengetahui bahwa sosok yang menikahinya ternyata perempuan setelah hubungan mereka berlangsung.
Namun, Rey membantah tudingan tersebut dan menyatakan Intan sudah mengetahui identitasnya sejak awal perkenalan.
Setelah sebelumnya saling melapor ke polisi, pihak Intan kembali mendatangi Polresta Malang Kota, Jawa Timur, untuk membuat laporan baru.
Mengutip Radar Malang Grup Jawa Pos, laporan kedua tersebut terkait dugaan pencemaran nama baik.
Intan bersama kuasa hukumnya, Eko NS, datang ke kantor polisi dengan membawa sejumlah tangkapan layar percakapan WhatsApp.
Menurut Eko, tangkapan layar tersebut berisi percakapan antara Intan dan Rey yang dianggap sebagai klarifikasi dari Rey pada 9 April 2026.
Eko menyebut isi percakapan tersebut memperkuat bahwa sejumlah janji yang pernah disampaikan Rey kepada Intan memang pernah diucapkan.
Salah satunya adalah janji memberikan mobil mewah Lamborghini kepada Intan.
Selain itu, Rey juga disebut pernah meminta agar pernikahan mereka dipercepat dengan alasan adanya kerabat yang meninggal dunia.
Menurut pihak Intan, sejumlah pernyataan Rey yang beredar di publik dinilai merugikan Intan dan keluarganya.
Pihak Intan menilai informasi yang disampaikan Rey tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya.
“Jadi kami melapor lagi,” kata Eko.
Rey Mengaku Bingung
Menanggapi laporan tersebut, Rey mengaku kebingungan dengan tudingan pencemaran nama baik yang dialamatkan kepadanya.
Menurut Rey, pernyataan yang ia sampaikan selama ini hanya menjelaskan fakta yang terjadi.
“Pencemaran atas dasar apa? Kan aku memberi jawaban soal statemen dia yang terjadi sesuai fakta,” ujar Rey.
Eko juga mengungkapkan bahwa dua hari sebelumnya Rey sempat menghubungi Intan.
Dalam komunikasi tersebut, Rey disebut menawarkan sejumlah uang sekaligus meminta kembali gelang miliknya.
Rey mengaku merasa malu atas polemik yang terjadi dan menyebut banyak pihak kini ikut memperbincangkan kasus tersebut.
“Lucu sekali kehidupan ini. Biarin saja orang-orang juga sudah pada pintar kok,” katanya.
Saat ditanya langkah hukum berikutnya, Rey memilih tidak banyak berkomentar.
Ia menyatakan akan membiarkan proses hukum berjalan sesuai mekanisme yang berlaku. (jpc)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro