Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Mobil Mewah dan Renovasi Rumah Rp25 Miliar, Rakyat Kaltim Bersiap Demo Turunkan Gubernurnya

Aristono Edi Kiswantoro • Kamis, 16 April 2026 | 22:08 WIB

 

Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud (KALTIM POST)
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud (KALTIM POST)

 

PONTIANAK POST - Kontroversi mobil dinas mewah dan rencana renovasi rumah jabatan gubernur senilai Rp25 miliar memicu gelombang kemarahan publik di Kalimantan Timur.

Ribuan warga kini bersiap turun ke jalan dalam aksi besar yang disebut-sebut akan menyerupai “demo ala Pati”.

Di Samarinda, posko Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim bahkan mulai dipenuhi donasi logistik dari warga.
Seperti gerakan warga di Pati, Jawa Tengah, tahun lalu, dukungan datang dari berbagai daerah, termasuk Balikpapan dan Tenggarong.

Polemik bermula ketika Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menyebut anggaran Rp25 miliar untuk renovasi rumah jabatan gubernur dan wakil gubernur telah disetujui Kementerian Dalam Negeri.

Pernyataan itu disampaikan pada 6 April lalu.
Namun sepekan kemudian, Inspektur Inspektorat Wilayah Kaltim M. Irfan Pranata justru menyatakan tim dari Kemendagri turun langsung untuk melakukan pemeriksaan.

“Karena sudah ramai di media massa, tentu menjadi perhatian nasional. Tim dari Kemendagri sudah turun,” ujar Irfan di Kompleks DPRD Kaltim.

Sebelumnya Rudy menegaskan seluruh anggaran telah melalui prosedur resmi.
Menurutnya, pembahasan dilakukan di Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), DPRD, hingga mendapat persetujuan Kemendagri.

Ia berdalih renovasi besar diperlukan karena rumah jabatan tersebut puluhan tahun tidak ditempati sehingga banyak bagian yang harus diperbaiki.

Data Inaproc Kaltim menunjukkan anggaran Rp25 miliar itu terbagi dalam sedikitnya 57 item belanja.

Sebanyak 35 item senilai Rp12 miliar dialokasikan untuk rumah jabatan gubernur, mulai dari rehabilitasi bangunan, pengadaan meubeler, hingga peralatan dapur dan alat pemadam kebakaran.

Sementara 17 item lainnya senilai Rp4,9 miliar diperuntukkan bagi rumah jabatan wakil gubernur.

Sisanya, sekitar Rp8,2 miliar, digunakan untuk penataan ruang kerja di kantor gubernur.

Kontroversi tersebut muncul setelah sebelumnya Rudy juga menuai sorotan publik karena membeli mobil dinas Range Rover Autobiography LWB PHEV seharga Rp8,5 miliar.

Mobil mewah itu disebut sebagai upaya menjaga “marwah” Kalimantan Timur.

Namun kritik tajam bermunculan dari berbagai pihak hingga akhirnya kendaraan tersebut dikembalikan kepada penyedia jasa.

Presiden Prabowo Subianto bahkan sempat menyindir pembelian mobil dinas tersebut.

“Saya presiden di Indonesia pakai mobil buatan Indonesia, harganya Rp700 juta,” ujar Prabowo kepada sejumlah jurnalis senior di kediamannya di Hambalang.

Di tengah polemik itu, Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim merencanakan aksi demonstrasi besar pada 21 April mendatang.

Koordinator lapangan aksi, Erly Sopiansyah, mengatakan gerakan tersebut lahir dari kekecewaan masyarakat.

“Ini bukan gerakan tiba-tiba. Ini suara yang tumbuh dari bawah,” katanya.

Hingga Rabu (15/4), sebanyak 4.075 orang telah mendaftarkan diri untuk ikut aksi.

Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah menjelang hari demonstrasi.

Seperti di Pati tahun lalu, aliansi masyarakat juga mendirikan posko logistik untuk menampung bantuan dari warga.

Sementara itu, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar menyambangi posko aksi di kawasan Simpang Lembuswana pada Rabu malam.

Ia menegaskan kepolisian akan mengawal jalannya aksi secara humanis dan persuasif.

“Kami mengedepankan pendekatan humanis serta komunikasi yang baik dengan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Kontroversi renovasi rumah jabatan kian terasa sensitif karena terjadi di tengah minimnya anggaran program rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) bagi masyarakat miskin.

Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman Dinas PUPR-Pera Kaltim Hariadi mengungkapkan program tersebut justru menyusut drastis tahun ini.

Dari target awal 500 unit rumah, kini hanya tersisa 11 unit yang dapat direhabilitasi.

“Tahun ini tidak ada alokasi untuk kawasan kumuh. Untuk RTLH hanya ada 11 unit,” katanya.

Kontras antara kemewahan fasilitas pejabat dan keterbatasan bantuan bagi warga miskin inilah yang kini memantik kemarahan publik. (ars)


Fakta Penting

Poin Keterangan
Kontroversi Renovasi rumah jabatan dan mobil dinas gubernur
Nilai Renovasi Rp25 miliar
Item Belanja 57 paket pengadaan
Rumah Jabatan Gubernur Rp12 miliar
Rumah Jabatan Wagub Rp4,9 miliar
Penataan Kantor Gubernur Rp8,2 miliar
Mobil Dinas Range Rover Rp8,5 miliar (dikembalikan)
Rencana Aksi 21 April 2026
Peserta Terdaftar 4.075 orang
Program RTLH Hanya 11 unit dari target 500

 

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#demo Kaltim #mobil dinas gubernur #renovasi rumah jabatan #Rudy Masud #polemik anggaran Kaltim