Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Pembangkit Nuklir Segera Terealisasi, Indonesia Butuh Tambahan 200 Peneliti Nuklir

Aristono Edi Kiswantoro • Senin, 20 April 2026 | 23:25 WIB
Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir.
Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir.

 

PONTIANAK POST - Di balik ambisi besar menghadirkan listrik nuklir pertama, Indonesia dihadapkan pada krisis senyap: kekurangan peneliti.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memproyeksikan kebutuhan sekitar 200 peneliti baru di bidang nuklir.

Kebutuhan ini menjadi kunci untuk mendukung rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang ditargetkan beroperasi pada 2032.

Deputi Bidang SDM Iptek BRIN Edy Giri Rachman Putra mengatakan kebutuhan talenta terus meningkat.

“Kami memproyeksikan kebutuhan hampir 200 peneliti baru di bidang kenukliran,” ujarnya.

Penguatan sumber daya manusia dinilai menjadi fondasi utama memasuki era energi nuklir.

Mulai dari riset, pengembangan teknologi, hingga operasional pembangkit membutuhkan tenaga ahli.

Namun, tantangan terbesar justru datang dari minimnya minat.

Bahkan, tidak semua lulusan bidang nuklir memilih berkarier sebagai peneliti.

“Tantangannya tidak mudah mencari orang yang mau berkarier di bidang ini,” kata Edy.

Kondisi ini membuat pengembangan ekosistem nuklir berjalan tidak secepat yang diharapkan.

BRIN juga menyoroti lemahnya keterhubungan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.

Sektor nuklir tidak hanya membutuhkan ijazah, tetapi juga kompetensi teknis yang terstandar.

Karena itu, penyusunan standar kompetensi kerja nasional di bidang nuklir menjadi prioritas.

“Industri membutuhkan sertifikasi, bukan sekadar gelar akademik,” tegasnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, BRIN mulai menyiapkan berbagai program penguatan SDM.

Salah satunya melalui kerja sama dengan LPDP untuk penyediaan beasiswa khusus bidang nuklir.

Selain itu, pelatihan profesional seperti Nuclear Energy Management School juga disiapkan.

Program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas manajemen proyek energi nuklir.

Langkah ini diharapkan mampu menarik minat talenta muda sekaligus mempercepat kesiapan Indonesia.

Di tengah target besar menuju 2032, nasib energi nuklir Indonesia kini sangat bergantung pada ketersediaan manusia yang siap mengelolanya. (ant)

Poin Keterangan
Kebutuhan SDM 200 peneliti nuklir
Target PLTN beroperasi 2032
Tantangan Minim minat talenta
Solusi Beasiswa & pelatihan
Kebutuhan Industri Sertifikasi kompetensi
Lembaga BRIN & LPDP

 

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#peneliti nuklir Indonesia #PLTN 2032 #energi nuklir #SDM nukli #BRIN