PONTIANAK POST - Di tengah desakan krisis energi dan tuntutan emisi nol, Indonesia bersiap mengambil langkah besar: membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) pertama, dengan Kalimantan Barat masuk dalam pusaran rencana strategis itu.
Pemerintah menargetkan keputusan pembangunan PLTN ditetapkan pada 2027, dengan konstruksi dimulai segera setelahnya dan operasi awal pada 2032.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan Indonesia berada di posisi paling siap di kawasan Asia Tenggara.
“Indonesia lebih siap dibandingkan negara ASEAN lainnya dalam hal teknologi, regulasi, dan pembiayaan,” ujarnya dalam UGM Nuclear Readiness Forum 2026 di Jakarta, Rabu (22/4).
PLTN diproyeksikan menjadi tulang punggung energi baseload yang stabil, melengkapi energi fosil dan energi baru terbarukan di tengah lonjakan kebutuhan listrik industri.
Fokus pengembangan diarahkan pada teknologi Small Modular Reactor (SMR) yang dinilai lebih fleksibel dan aman.
Pemerintah juga mulai menyiapkan integrasi jaringan listrik pintar (smart grid) untuk menopang kebutuhan sektor masa depan seperti smelter dan pusat data.
Di balik rencana besar ini, Kalimantan Barat muncul sebagai wilayah kunci yang menyimpan harapan sekaligus tantangan.
Pantai Gosong, Kabupaten Bengkayang, masuk kandidat utama lokasi PLTN karena dinilai stabil secara geologi dan minim risiko gempa.
Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) pun telah disusun untuk memastikan aspek keselamatan dan penerimaan masyarakat.
Tak hanya lokasi, Kalbar juga menyimpan kekuatan besar dari sisi bahan baku.
Kabupaten Melawi tercatat memiliki cadangan uranium mencapai 24.112 ton, menjadikannya salah satu penopang utama program nuklir nasional.
Pemerintah kini tengah merampungkan regulasi pengelolaan bahan radioaktif untuk memastikan potensi tersebut dimanfaatkan secara aman dan terukur.
Di tingkat daerah, langkah konkret mulai digerakkan.
Pemerintah Provinsi Kalbar membuka kerja sama internasional, termasuk dengan Rusia melalui Rosatom, guna menjajaki penerapan teknologi SMR.
Gubernur Kalbar, Ria Norsan, menegaskan kesiapan daerah untuk menjadi bagian dari lompatan energi masa depan.
“Kami ingin memastikan Kalbar siap mengadopsi teknologi masa depan yang kompetitif sekaligus ramah lingkungan,” ujarnya.
Di balik ambisi ini, ada pekerjaan besar yang tak kalah penting: membangun kepercayaan publik dan menyiapkan sumber daya manusia.
Pemerintah menargetkan transfer teknologi dan program beasiswa teknik nuklir untuk melahirkan generasi yang mampu mengelola energi berisiko tinggi ini secara aman. (ars/ant)
Infografis – Fakta Penting
| Poin | Keterangan |
|---|---|
| Target Keputusan | 2027 penetapan pembangunan PLTN |
| Operasional Awal | 2032 PLTN pertama mulai beroperasi |
| Kapasitas Nasional | 7 GW energi nuklir pada 2040 |
| Lokasi Strategis | Pantai Gosong, Bengkayang |
| Cadangan Uranium | 24.112 ton di Kabupaten Melawi |
| Target Nasional | Net Zero Emission 2060 |
Editor : Aristono Edi Kiswantoro