PONTIANAK POST - Uji coba biodiesel B50 memasuki fase penentu. Hasil pengujian sejauh ini positif, tetapi industri otomotif menunggu kepastian spesifikasi sebelum implementasi nasional pada 1 Juli. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menilai hasil sementara uji jalan menunjukkan tren positif. Namun, kepastian spesifikasi bahan bakar dinilai menjadi kunci sebelum kebijakan diterapkan secara luas.
”Jadi kalau dari Gaikindo memandang hasil akhirnya bisa bertahan seperti ini, tentunya kami sangat senang dan kami berharap bahwa spek (spesifikasi) bahan bakar yang digunakan untuk uji ini menjadi spek untuk implementasi B50,” ujar anggota Pokja II Energi Terbarukan Gaikindo Abdul Rochim Rabu (22/4).
Percobaan sejak Awal 2025
Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mempercepat pengujian sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi di tengah lonjakan harga global. Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi menjelaskan, rangkaian uji telah dimulai sejak awal 2025, dari tahap laboratorium hingga uji jalan lintas sektor.
”Uji teknis laboratorium selesai pertengahan 2025. Setelah itu dilanjutkan uji serentak di enam sektor sejak Desember 2025,” ujarnya. Enam sektor tersebut adalah otomotif, pertambangan, alat pertanian, kelautan, pembangkit listrik, dan perkeretaapian.
Baca Juga: Ketegangan AS-Iran Memanas, Teheran Tolak Dialog dan Trump Tak Ingin Akhiri Konflik Cepat
Pengujian dilakukan bertahap untuk memastikan kesiapan teknis. Pada sektor otomotif, kendaraan ringan ditargetkan menempuh 50 ribu kilometer (km), sedangkan kendaraan berat telah menyelesaikan uji hingga 40 ribu km. “Mei nanti kendaraan di bawah 3,5 ton ditargetkan mencapai 50.000 km. Setelah itu dilakukan pengecekan mesin secara menyeluruh,” tambahnya.
Memenuhi Parameter Teknis
Hingga April 2026, hasil sementara menunjukkan penggunaan B50 relatif aman tanpa kendala signifikan. Kinerja mesin, konsumsi bahan bakar, dan emisi masih berada dalam batas standar pabrikan. Dari sisi kualitas, campuran biodiesel juga telah memenuhi parameter teknis, termasuk kadar air, monogliserida, dan kestabilan oksidasi.
”Implementasi B50 menjadi langkah strategis untuk menekan impor energi sekaligus mendorong pemanfaatan energi terbarukan dalam negeri,” imbuhnya. (bry/dio)
Editor : Hanif